Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Proses Asuhan Gizi pada Pasien dengan Suspect Hirschprung Associated Enterocolitis, Ileus Paralitic Dd Ileus Obstruktif, Gizi Buruk Tipe Marasmus, Intake Tidak Terjamin Moh. Indra M. Batalipu; Zulfiani Zulfiani; Nadimin Nadimin; Hikmawati Mas’ud
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 5 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i5.4180

Abstract

Hirschsprung Associated Enterocolitis (HAEC) merupakan komplikasi serius penyakit Hirschsprung yang dapat menyebabkan sepsis serta meningkatkan morbiditas dan mortalitas, terutama bila disertai gangguan gastrointestinal seperti ileus paralitik atau obstruktif yang menghambat pemberian nutrisi enteral dan memperburuk status gizi hingga malnutrisi berat tipe marasmus. Studi kasus ini bertujuan mendeskripsikan proses asuhan gizi klinis serta evaluasi hasil intervensi diet tatalaksana gizi buruk pada bayi laki-laki usia 1 bulan 7 hari dengan diagnosis HAEC suspek, ileus paralitik dd obstruktif, hiponatremia, dan gizi buruk. Data dikumpulkan melalui metode primer dan sekunder meliputi wawancara, pengukuran antropometri, pemeriksaan fisik fokus gizi, rekam medis, laboratorium, tanda vital, dan recall asupan 24 jam. Intervensi gizi diberikan selama 10 hari melalui OGT sesuai fase terapi gizi buruk (transisi dan rehabilitasi) dengan monitoring parameter antropometri, biokimia, klinis, fisik, dan asupan. Hasil menunjukkan berat badan meningkat dari 3,1 kg menjadi 3,4 kg dengan perbaikan status gizi BB/PB dari ?4,6 SD menjadi ?3 SD, kadar natrium dan klorida terkoreksi, serta tanda vital stabil selama pemantauan. Asupan energi meningkat dari 11,7% menjadi 113,8%, protein dari 0% menjadi 113,8%, lemak dari 0% menjadi 117,1%, dan karbohidrat dari 30% menjadi 110% sesuai target kebutuhan fase rehabilitasi tanpa residu lambung selama intervensi. Disimpulkan bahwa intervensi diet gizi buruk yang diberikan secara bertahap dan terstruktur efektif meningkatkan asupan zat gizi, memperbaiki keseimbangan elektrolit, serta mendukung peningkatan berat badan dan status gizi pasien, sehingga pendekatan nutrisi progresif menjadi komponen penting dalam stabilisasi klinis bayi dengan komplikasi gastrointestinal berat.