Pemanasan global dan peningkatan emisi gas rumah kaca mendorong perlunya transisi dari transportasi berbahan bakar fosil menuju mobilitas rendah emisi, termasuk kendaraan listrik. Namun, adopsi kendaraan listrik di wilayah berkembang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, persepsi harga, pengetahuan konsumen, dan sikap masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat membeli kendaraan listrik di Kabupaten Mimika dengan menggunakan pendekatan Extended Technology Acceptance Model. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner daring. Sampel penelitian berjumlah 122 responden yang berdomisili di Kabupaten Mimika, berusia di atas 17 tahun, memiliki kendaraan berbahan bakar minyak, dan belum pernah membeli kendaraan listrik. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga belas hipotesis pengaruh langsung, hanya empat hipotesis yang terbukti signifikan. Persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan, persepsi kegunaan berpengaruh terhadap sikap, pengetahuan kendaraan listrik berpengaruh terhadap sikap, dan sikap berpengaruh terhadap niat membeli. Sebaliknya, persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kegunaan, pengetahuan kendaraan listrik, ketersediaan infrastruktur, pengetahuan lingkungan, persepsi harga, dan persepsi nilai tidak berpengaruh langsung terhadap niat membeli. Kesimpulannya, niat membeli kendaraan listrik di Kabupaten Mimika terutama dibentuk oleh sikap positif konsumen, sehingga strategi edukasi, pengalaman langsung, dan penguatan kepercayaan publik perlu ditingkatkan.