Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi Kinerja Mahasiswa di Tengah Keterbatasan Fisik; Studi Autoetnografi Manajemen Stres dan Waktu Perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Faulina Nur Azizah; Dadan Abdul Aziz Mubarok
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i6.4207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen stres dan manajemen waktu yang diterapkan secara mandiri (self-management) oleh mahasiswa penyintas autoimun guna mengoptimalkan kinerja akademis di tengah keterbatasan kapasitas fisik. Konsep optimasi kinerja dalam ranah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) umumnya mengasumsikan modal manusia (human capital) berada dalam kondisi fisik yang prima. Riset ini mencoba mengisi celah tersebut (research gap) dengan mengeksplorasi bagaimana kinerja berkelanjutan (sustainable performance) dapat dicapai oleh individu yang menghadapi tantangan kesehatan kronis tersembunyi (invisible illness). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan autoetnografi analitis, di mana peneliti bertindak sebagai instrumen utama sekaligus narasumber tunggal (studi kasus intrapersonal). Data dikumpulkan melalui observasi diri berjalan (sustained self-observation), refleksi diri retrospektif, serta analisis dokumen pendukung berupa catatan harian aktivitas (logbook) dan rekam medis personal. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berbasis teori-teori MSDM mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi kinerja mahasiswa penyintas autoimun tidak dicapai melalui penambahan jam kerja (overwork), melainkan melalui pergeseran paradigma dari manajemen waktu (time management) konvensional menjadi manajemen energi (energy management) yang adaptif. Taktik utama yang ditemukan meliputi analisis beban kerja mandiri (workload assessment), teknik pengaturan ritme kerja (pacing), dan pengelolaan ambang batas stres psikologis secara preventif guna mencegah respons inflamasi fisik (flare-up). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesejahteraan individu (employee/student well-being) merupakan prasyarat mutlak untuk menghasilkan kinerja yang stabil. Implikasi manajerial dari riset ini memberikan rekomendasi bagi institusi pendidikan maupun organisasi bisnis mengenai pentingnya fleksibilitas kerja (flexible working arrangement) dan kebijakan inklusif dalam mengelola talenta dengan keterbatasan fisik.