Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Pengendalian Manajemen dalam Merger Telekomunikasi Skala Besar: Studi Kasus PT Xlsmart Telecom Sejahtera TBK (EXCL) Tahun 2025 Eka Anugerah Putra
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 6 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i6.4208

Abstract

Merger merupakan salah satu strategi korporasi yang banyak digunakan untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pangsa pasar, dan menciptakan sinergi bisnis. Namun demikian, berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan merger sangat ditentukan oleh efektivitas sistem pengendalian manajemen selama proses integrasi pascamerger. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) pada PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) sebagai hasil merger PT XL Axiata Tbk dan PT Smartfren Telecom Tbk yang efektif pada 16 April 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan keuangan konsolidasian, laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan ESG tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan pattern matching berdasarkan konsep Sistem Pengendalian Manajemen yang dikemukakan oleh Anthony dan Govindarajan (2007) serta Merchant dan Van der Stede (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pendapatan dan sinergi operasional berjalan relatif efektif, tercermin dari pertumbuhan pendapatan sebesar 23,4% dan realisasi sinergi sebesar USD252 juta. Namun demikian, pengendalian biaya integrasi belum optimal yang ditunjukkan oleh peningkatan signifikan pada beban penyusutan, biaya tenaga kerja, biaya infrastruktur, dan biaya keuangan sehingga perusahaan membukukan rugi bersih sebesar Rp4,41 triliun pada tahun pertama pascamerger. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas Sistem Pengendalian Manajemen pada fase integrasi masih menghadapi tantangan dalam pengendalian biaya, pengelolaan aset, dan transparansi pelaporan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi perusahaan yang melakukan merger untuk memperkuat mekanisme pengendalian biaya dan tata kelola integrasi guna memastikan tercapainya sinergi jangka panjang.