Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Life Satisfaction as a Predictor of Phubbing in College Students Kristin Rahmani; Heliany Kiswantomo; Victoria Hannah Pali
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 8 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i8.52067

Abstract

Phubbing, or phone snubbing, refers to the tendency of individuals to ignore people around them by focusing excessively on their mobile phones. This phenomenon is increasingly common among college students, who are among the highest users of the internet and smartphones in Indonesia. Previous research indicates that psychological factors, particularly life satisfaction, may influence phubbing behavior. The purpose of this study is to investigate whether life satisfaction can predict phubbing among college students. This research employed a quantitative approach with a causal–correlational design. A total of 200 students aged 18–25 years were recruited using a convenience sampling technique. Life satisfaction was measured with the Satisfaction with Life Scale (SWLS), while phubbing was assessed using the Phubbing Scale. Both instruments showed adequate levels of validity and reliability. Data were collected through online questionnaires and analyzed using simple linear regression after classical assumption tests were met. The results indicate that life satisfaction does not significantly predict phubbing behavior, either in overall phubbing scores or in its dimensions of communication disturbance and phone obsession. These findings suggest that life satisfaction alone cannot explain the occurrence of phubbing, and other psychological factors such as loneliness and flow may play a more critical role. In conclusion, life satisfaction is not a predictor of phubbing among Indonesian college students. Theoretically, this study contributes to the literature on digital behavior and positive psychology. Practically, the findings provide insights for educators, parents, and policymakers to design strategies that address phubbing behavior more effectively.
Psikoedukasi Mengantisipasi Toxic Parenting pada Orang Tua TK Pelita Fajar Heliany Kiswantomo; Sekar Indah Aryati; Padmarini Candraningtyas; Marsha Regina Brawijaya; Kannia Tulus Shafiranti; Cecillia
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002024041137000

Abstract

Orang tua sebagai figur utama yang berperan dalam pengasuhan anak ternyata belum tentu dapat memberikan pengasuhan yang layak. Dewasa ini berkembang istilah toxic parenting, yaitu salah satu jenis pengasuhan yang memiliki dampak negatif terhadap perkembangan anak, dan memiliki ciri-ciri yang bernuansa kekerasan. TK Pelita Fajar adalah salah satu Taman Kanak-kanak di Bandung yang memiliki program pendidikan anak usia dini di jenjang play group, TK A dan TK B. Guna menghindarkan anak dari dampak buruk fenomena toxic parenting, maka TK Pelita Fajar mengadakan acara pembinaan bagi orang tua siswa dengan tema “Mengatasi Toxic Parenting”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 Oktober 2024 pada pk 8.45-10.00, menggunakan metode lecturing, dengan paparan materi, pemutaran cuplikan film dan survey games. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pemahaman mengenai toxic parenting antara sebelum dan setelah psikoedukasi, yang kemungkinan berkaitan dengan waktu pelaksanaan yang terbatas. Evaluasi teknis menunjukkan bahwa hampir seluruh peserta menilai pelaksanaan psikoedukasi ini baik dan sangat baik, dari sisi metode, materi, narasumber dan interaksi antara narasumber dan peserta. Simpulan dari evaluasi adalah terbatasnya waktu pelaksanaan perlu menjadi perhatian untuk terjadi perubahan dalam pemahaman materi.