Rizky Kurniawan Saputra
Universitas Muhammadiyah Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Limbah Daun Nanas Menjadi Pupuk Organik Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tanjung Baru Petai Maria Lusia; Erni Hawayanti; Rizky Kurniawan Saputra
Suluh Abdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Suluh Abdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/suluhabdi.v8i1.2030

Abstract

Desa Tanjung Baru Petai terletak di Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dan merupakan salah satu daerah penghasil nanas yang menghasilkan limbah daun nanas dalam jumlah cukup besar. Luas lahan perkebunan nanas secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), tercatat mencapai ±786 ha. Selama ini limbah daun nanas belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya dibuang atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah daun nanas menjadi pupuk organik padat yang bernilai guna dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, penyuluhan, pelatihan praktik, dan pendampingan kepada masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah, proses pembuatan pupuk organik padat, hingga evaluasi hasil kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami proses pengolahan limbah daun nanas menjadi pupuk organik padat melalui proses pencacahan, fermentasi, dan pengomposan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan serta pemanfaatan pupuk organik untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mulai menerapkan penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian mereka. Program pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal dan berkelanjutan.