Benediktus Aprianus
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PARENTING DALAM MENCEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA Klemetina Ye Meo; Benediktus Aprianus; Teresia Benedikta Ito; Maria Wihelmina Mamo; Patrisia Serlinda Meo; Katarina Ndekung; Oktaviana Loni; Bonafania Dhongo; Margaretha Wea
Mandailing Journal of Education and Sciences Vol. 1 No. 2 (2026): Vol. 1 No. 2, Juli 2026
Publisher : PT Mandailing Publisher Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66698/mjoes.v1i2.34

Abstract

Kekerasan rumah tangga masih merupakan masalah serius yang dapat menghambat pertumbuhan fisik, psikologis, sosial, dan emosional anak. Penelitian ini mengeksplorasi peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mencegah kekerasan di lingkungan rumah tangga dan mengidentifikasi peran pola asuh positif dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman bagi anak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan kajian review literatur. Data ini dikumpulkan dari berbagai artikel ilmiah, jurnal elektronik, dan sumber lain yang relevan yang membahas parenting dan pencegahan kekerasan terhadap anak. Organizing, synthesizing, dan identifying adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga dapat mencegah kekerasan terhadap anak melalui pola asuh yang positif, komunikasi yang terbuka, kasih sayang dan perhatian, pengawasan yang baik, dan penerapan nilai moral, agama, dan sifat sejak dini. Selain itu, faktor ekonomi dan sosial turut memengaruhi kualitas pengasuhan yang diberikan orang tua. Pola pengasuhan yang demokratis dan penuh kasih sayang terbukti mampu menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan harmonis yang membantu anak tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, peningkatan peran orang tua dalam pengasuhan merupakan langkah penting untuk mencegah kekerasan terhadap anak di rumah tangga.