Lingkungan keluarga merupakan institusi pertama dan utama dalam memberikan perlindungan bagi anak. Namun, maraknya kasus kekerasan dan pengabaian hak anak di ranah domestik menunjukan bahwa fungsi perlindungan ini belum berjalan optimal, yang salah satu nya dipengaruhi oleh faktor pengasuhan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai tipe pola asuh orang tua terhadap efektifitas perlindungan anak didalam lingkungan keluarga melalui metode kajian literatur (literature review). Sumber data diperoleh dari analisis sintesis terhadap artikel artikel ilmiah relevan dari database akademis yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukan bahwa pola asuh otoriter dan permisif berkolerasi signifikan terhadap rendahnya perlindungan anak, dimana pola asuh otoriter memicu kekerasan fisik dan verbal sedangkan pola asuh permisif berdampak penelantaran (neglect). Sebaliknya, pola asuh demokratis (authoritative) terbukti menjadi model pengasuhan paling ideal yang secara linier mampu menciptakan lingkungan domestik yang aman, responsif, dan melindungi hak hak dasar anak. Kajian ini juga berhasil mengintegrasikan aspek perilaku cyberbullying, konflik domestik, kesehatan mental anak, serta perlindungan anak marginal sebaga dimensi baru dalam sistem proteksi keluarga. Kajian ini menyimpulkan bahwa penguatan edukasi pengasuhan positif (positive parenting) bagi orang tua sangat krusial sebagai fondasi utama sistem perlindungan anak berbasis keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam menciptakan lingkungan keluarga yang aman dan mendukung perkembangan anak secara optimal.