Imro’atus Sholikhah
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Akulturasi Islam dan Budaya Jawa dalam Tradisi Grebeg Keraton Surakarta: Analisis Literatur Perspektif Clifford Geertz tentang Nilai dan Identitas Fatiha Nur Laili Azizah; Muhana Ayu Devita; Imro’atus Sholikhah; Khoridatul Bahiyah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1501

Abstract

Latar Belakang: Akulturasi Islam dan budaya Jawa merupakan fenomena sosial-budaya yang membentuk praktik keberagamaan masyarakat Jawa melalui proses adaptasi dan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan tradisi lokal. Salah satu wujud nyata akulturasi tersebut adalah tradisi Grebeg Keraton Surakarta yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus media ekspresi nilai-nilai Islam. Tujuan Penelitaian: Untuk menganalisis tradisi Grebeg Keraton Surakarta sebagai bentuk akulturasi Islam–Jawa melalui perspektif antropologi simbolik Clifford Geertz, khususnya dalam memahami relasi antara simbol, sistem nilai, dan identitas budaya. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap buku, artikel ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan mengenai tradisi Grebeg, Islam Jawa, serta antropologi simbolik. Hasil Penelitian: Tradisi Grebeg merupakan representasi akulturasi Islam dan budaya Jawa yang diwujudkan melalui simbol-simbol religius, sosial, dan politik. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual seremonial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai Islam yang dikemas dalam ekspresi budaya Jawa tanpa menghilangkan identitas lokal. Perspektif antropologi simbolik Geertz memperlihatkan bahwa simbol-simbol dalam Grebeg mengandung makna yang merefleksikan sistem kepercayaan, legitimasi kekuasaan, serta solidaritas sosial masyarakat. Kesimpulan: Tradisi Grebeg Keraton Surakarta merepresentasikan identitas Islam–Jawa yang bersifat dinamis, adaptif, dan berkelanjutan, sehingga akulturasi budaya menjadi strategi yang efektif dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan sekaligus melestarikan kearifan lokal di tengah perubahan sosial dan modernitas.