Perkembangan transformasi digital telah menjadikan laptop sebagai perangkat penting dalam mendukung proses pendidikan, khususnya di lingkungan akademik yang membutuhkan akses informasi dan komunikasi secara cepat dan efektif. Meningkatnya variasi fitur dan spesifikasi laptop membuat proses pemilihan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna menjadi semakin kompleks. Dalam konteks ini, berbagai kriteria seperti kinerja, efisiensi biaya, dan pengalaman pengguna perlu dipertimbangkan secara simultan, sehingga diperlukan sistem pendukung keputusan yang mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih objektif. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dua kombinasi metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM), yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP)-Simple Additive Weighting (SAW) dan AHP-Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dalam merekomendasikan laptop untuk kebutuhan pendidikan. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan preferensi responden, sedangkan SAW dan TOPSIS digunakan untuk melakukan perangkingan alternatif. Evaluasi dilakukan terhadap lima kriteria, lima belas data perbandingan berpasangan, lima belas alternatif laptop, dan hasil perangkingan manual responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi AHP-SAW memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan AHP-TOPSIS dalam menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan preferensi pengguna. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode AHP-SAW lebih efektif digunakan sebagai dasar pengembangan sistem pendukung keputusan pemilihan laptop untuk kebutuhan pendidikan.