Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan ekonomi daerah karena berkaitan erat dengan keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, dan standar hidup yang layak. Di Kabupaten Samosir, upaya pengentasan kemiskinan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya, termasuk jumlah penduduk, tenaga kerja, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten Samosir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) periode 2004–2023 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan menggunakan metode Error Correction Model (ECM) untuk mengidentifikasi hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan jumlah penduduk, tenaga kerja, dan IPM berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Dalam jangka panjang, jumlah penduduk dan IPM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan tenaga kerja berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Pada jangka pendek, tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sementara jumlah penduduk dan IPM tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Nilai Error Correction Term (ECT) yang signifikan mengindikasikan adanya mekanisme penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, dan penguatan pembangunan manusia sebagai strategi utama dalam menurunkan tingkat kemiskinan secara berkelanjutan.