Kolaborasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan organisasi karena menentukan efektivitas pencapaian tujuan bersama. Namun, dalam pelaksanaan kerja kelompok sering ditemukan fenomena social loafing, yaitu kecenderungan individu untuk mengurangi usaha dan kontribusinya ketika bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja secara individu. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi munculnya perilaku tersebut adalah kualitas komunikasi interpersonal antaranggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi interpersonal dan social loafing pada mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Social Loafing dan Skala Komunikasi Interpersonal yang telah memenuhi kriteria pengukuran penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rho untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara komunikasi interpersonal dan social loafing. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik komunikasi interpersonal yang terjalin di antara anggota organisasi, semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan social loafing. Sebaliknya, rendahnya kualitas komunikasi interpersonal dapat meningkatkan kecenderungan anggota untuk mengurangi kontribusi dalam kerja kelompok. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan komunikasi interpersonal dalam organisasi kemahasiswaan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kerja sama, tanggung jawab individu, dan efektivitas kinerja kelompok.