Pendidikan multikultural menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman sosial, budaya, dan agama. Dalam konteks pendidikan Islam, hadis memiliki peran strategis sebagai sumber ajaran yang mengandung nilai-nilai universal yang mendukung terciptanya sikap toleran, moderat, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran hadis dalam pengembangan pendidikan multikultural, khususnya dalam menanamkan nilai toleransi dan harmoni sosial di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis terhadap hadis-hadis autentik yang termuat dalam Sahih Muslim serta berbagai literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis mengandung prinsip-prinsip tasamuh (toleransi), tawasuth (moderasi), ta’awun (kerja sama), dan tawazun (keseimbangan) yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk membentuk karakter peserta didik yang menghargai keberagaman. Pembahasan menunjukkan bahwa pemahaman hadis secara kontekstual mampu memperkuat implementasi pendidikan multikultural dengan mendorong peserta didik untuk hidup berdampingan secara damai, menghormati perbedaan, dan membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai hadis dalam Pendidikan Agama Islam berpotensi meningkatkan toleransi, mengurangi potensi konflik sosial, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang inklusif dan berkeadaban di Indonesia. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan kebhinekaan.