Karya sastra merepresentasikan pengalaman psikologis tokoh yang berkaitan dengan tekanan sosial, relasi yang tidak aman, dan posisi marginal sehingga memunculkan kecemasan dasar yang memengaruhi perilaku tokoh. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kecemasan dasar yang dialami tokoh perempuan marginal serta upaya pertahanan diri neurotik yang dilakukan dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main (dengan Kelaminmu) karya Djenar Maesa Ayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitik. Data berupa tuturan dan perilaku tokoh yang mengandung gejala psikologis, diperoleh melalui pembacaan intensif, pencatatan, dan pengelompokan berdasarkan kategori analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga bentuk kecemasan dasar, yaitu Rasa tidak berdaya yang ditunjukkan melalui ketergantungan emosional, ketidakmampuan menolak dominasi, serta kepasrahan dalam relasi yang menekan; Rasa permusuhan yang tampak dalam bentuk kemarahan terpendam, resistensi terhadap kontrol, serta tindakan agresif baik secara verbal maupun psikologis; dan Rasa terisolasi yang terlihat melalui perasaan terasing, kesepian emosional, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Hasil penelitian ini juga menunjukkan tiga bentuk upaya pertahanan diri neurotik, yaitu Bergerak mendekati orang yang terwujud dalam kebutuhan akan kasih sayang, kecenderungan mencari persetujuan, dan pengorbanan diri; Bergerak melawan orang yang tampak melalui dorongan untuk menguasai, melawan, dan mempertahankan diri secara agresif; serta Bergerak menjauh dari orang yang ditunjukkan melalui penarikan diri, menjaga jarak emosional, dan menghindari keterikatan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan dasar dan strategi pertahanan diri saling berkaitan dalam membentuk pola kepribadian neurotik tokoh perempuan marginal serta merefleksikan tekanan sosial yang mereka alami.