Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi manajemen strategis dalam meningkatkan daya saing Apotek Aksadira Farma. Studi kasus ini dilakukan pada periode Juli hingga Desember 2025 dengan menggunakan data pendapatan bulanan sebagai indikator utama kinerja usaha. Pada masa awal operasional, Apotek Aksadira Farma mengalami pertumbuhan pendapatan hingga mencapai Rp9.673.000 pada September 2025, namun kemudian mengalami penurunan menjadi Rp7.875.000 pada Oktober 2025. Kondisi tersebut mendorong manajemen melakukan evaluasi internal yang menghasilkan keputusan strategis untuk mengintegrasikan layanan apotek ke dalam platform digital GrabMart, Shopee, dan GoApotek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja usaha. Pendapatan meningkat menjadi Rp18.027.000 pada November 2025 atau naik sebesar 128,91%, dan kembali meningkat menjadi Rp24.780.000 pada Desember 2025. Secara keseluruhan, rata-rata pendapatan bulanan meningkat sebesar 210,50%, dari Rp6.892.625 menjadi Rp21.403.500. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen strategis melalui adopsi platform digital efektif dalam meningkatkan daya saing apotek, terutama melalui perluasan saluran distribusi, pemanfaatan efek jaringan (network effects), serta kemampuan manajemen dalam merespons perubahan perilaku konsumen secara cepat. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi digital, fleksibilitas strategis, dan evaluasi kinerja yang berkelanjutan merupakan faktor penting dalam memperkuat keunggulan kompetitif apotek ritel di era ekonomi platform.