Endrik Andika
Universitas Mulawarman, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Branding melalui Digital Marketing pada UMKM Barisco ShoesCare di Samarinda Naufal Albari Muktie; Endrik Andika
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 6: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i6.18037

Abstract

Sebagai respons terhadap dinamika pasar lokal Samarinda yang semakin kompetitif, strategi penguatan branding Barisco ShoesCare melalui digital marketing menjadi sebuah keniscayaan. Fokus utama dari inisiatif ini adalah membangun posisi unik Barisco sebagai "ahli perawatan sepatu" terpercaya di hati masyarakat Samarinda dengan memanfaatkan kanal digital secara maksimal. Strateginya diwujudkan melalui pembuatan konten yang autentik di Instagram, seperti showcase hasil perawatan "before-after" yang memuaskan, tips merawat sepatu, serta engagement langsung dengan komunitas pecinta sepatu kota Samarinda. Pada akhirnya, tujuan dari seluruh rangkaian strategi ini adalah untuk menciptakan brand awareness yang kuat dan mendorong loyalitas pelanggan, sehingga Barisco ShoesCare tidak hanya dikenal, tetapi menjadi pilihan utama untuk jasa perawatan sepatu di Samarinda.
Analisis Strategi Pengembangan dan Daya Saing Bisnis Kuliner Mahasiswa Menggunakan SWOT dan Porter’s Five Forces pada Risolloka Endrik Andika; Muthia Nida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan dan daya saing bisnis kuliner mahasiswa pada usaha Risolloka. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya persaingan dalam industri kuliner skala mikro serta keterbatasan yang dihadapi oleh usaha mahasiswa dalam aspek manajerial dan strategi bisnis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung dengan teknik triangulasi data untuk meningkatkan validitas hasil penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, serta Porter’s Five Forces untuk menganalisis tingkat persaingan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risolloka memiliki kekuatan pada inovasi produk, harga yang terjangkau, serta pemanfaatan pemasaran digital, namun masih memiliki kelemahan pada aspek manajemen usaha dan kapasitas produksi. Dari sisi eksternal, peluang pasar cukup besar seiring dengan meningkatnya minat terhadap camilan praktis, tetapi dihadapkan pada ancaman persaingan yang tinggi dan banyaknya produk substitusi. Analisis Porter’s Five Forces juga menunjukkan bahwa tingkat persaingan industri tergolong tinggi, sehingga diperlukan strategi yang adaptif dan berkelanjutan.
Analisis SWOT Implementasi Fitur Administrasi Cuti pada Sistem HRIS I-AM di PT Kilang Pertamina Balikpapan Bella Brillianty Nugraha; Endrik Andika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17397

Abstract

Transformasi digital dalam manajemen sumber daya manusia menjadi krusial di era industri 5.0 untuk meningkatkan efisiensi operasional organisasi. Meskipun implementasi Human Resources Information System (HRIS) telah banyak diteliti, kajian yang secara spesifik menganalisis fitur administrasi cuti berbasis pendekatan SWOT pada unit operasional industri kilang masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi fitur administrasi cuti pada HRIS I-AM (Information About Me) di PT Kilang Pertamina Balikpapan melalui kerangka analisis SWOT. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi, wawancara mendalam terhadap informan kunci dari fungsi Human Capital (HC), serta wawancara informal kepada staf terkait guna validasi data melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi I-AM telah berhasil mendigitalisasi proses pengajuan cuti menjadi terintegrasi secara end-to-end dengan System Analysis and Program Development (SAP), sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi birokrasi. Namun, ditemukan hambatan teknis berupa kendala sinkronisasi data bagi pekerja kontrak (PWT) yang memerlukan reset manual serta risiko glitch sistem pada kalkulasi cuti bersama. Strategi yang direkomendasikan mencakup optimalisasi monitoring real-time untuk deteksi dini gangguan sistem serta penguatan koordinasi dengan Shared Service Center (SSC) Pertamina melalui kanal pelaporan resmi MySSC untuk menjamin integritas data.
Analisis Kebutuhan Pelatihan (Training Need Analysis) untuk Meningkatkan Kompetensi Karyawan di PT Kilang Pertamina Balikpapan Syarifah Intan Nuraini; Endrik Andika
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i5.17398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Training Need Analysis (TNA), mengkaji peran TNA dalam meningkatkan kompetensi karyawan, khususnya pada dimensi kompetensi teknis, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya di PT Kilang Pertamina Balikpapan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan staf fungsi Human Capital dan dokumentasi berupa data TNA PT Kilang Pertamina Balikpapan. Teknik analisis data menggunakan model analisis kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa TNA di PT Kilang Pertamina Balikpapan dilaksanakan secara sistematis melalui tiga level analisis, yaitu level organisasi, level tugas, dan level individu, dengan mekanisme workshop kolaboratif yang melibatkan Person in Charge (PIC) dan perwakilan Subject Matter Expert (SME) dari setiap fungsi. TNA terbukti berperan signifikan dalam memastikan relevansi program pelatihan berbasis kompetensi teknis, efisiensi penggunaan anggaran pelatihan, dan menghasilkan rekomendasi pelatihan yang terstruktur dan sesuai prioritas. Tantangan utama yang ditemukan ialah perlunya ketelitian dari perwakilan setiap fungsi untuk dapat menentukan dengan tepat permasalahan utama yang dihadapi, serta memetakan jenis pelatihan yang tepat guna menutup Competency Gap tersebut, kemudian mengajukan kepada atasan dari masing-masing fungsi sehingga daftar pelatihan dapat dikumpulkan ke fungsi Human Capital dengan tepat waktu. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian TNA secara kualitatif di sektor industri energi BUMN yang masih terbatas