This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab aladzka
Elita Aidillah
Universitas Sriwijaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Bertahan Hidup Perempuan Pengupas Bawang di Kelurahan 5 Ulu Palembang Elita Aidillah; Gita Isyanawulan; Yosi Arianti; Adetia Wulindari; Decka Pratama Putra
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 8: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i8.18239

Abstract

Perempuan pekerja informal memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga, terutama bagi keluarga berpendapatan rendah. Salah satu bentuk pekerjaan informal yang banyak dilakukan perempuan adalah sebagai pengupas bawang di Kelurahan 5 Ulu, Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi bertahan hidup yang dilakukan perempuan pengupas bawang dalam menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas perempuan pengupas bawang, anggota keluarga, dan pihak terkait. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pengupas bawang tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah tambahan, tetapi juga menjadi aktor utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga. Strategi bertahan hidup yang dilakukan meliputi strategi aktif melalui diversifikasi pekerjaan dan peningkatan jam kerja, strategi pasif melalui penghematan serta pengelolaan pengeluaran rumah tangga, dan strategi jaringan melalui pemanfaatan hubungan sosial dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Selain menghadapi pendapatan yang rendah dan tidak menentu, perempuan juga mengalami beban ganda karena harus menjalankan peran produktif dan domestik secara bersamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan pengupas bawang memiliki kapasitas adaptif yang tinggi dalam membangun resiliensi ekonomi keluarga di tengah berbagai keterbatasan sosial dan ekonomi.
Navigating Social Skills in Elementary School: Children's Peer Interactions in the Digital Age Budiansyah Budiansyah; Ilham Arya Susanto; Elita Aidillah
Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 15 No. 2 (2025): Al-Adzka: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Departemen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/aladzkapgmi.v15i2.18287

Abstract

Digital technology is increasingly reshaping children's socialization, and peer relationships now extend across both physical and virtual spaces. While previous studies have examined online behavior and digital literacy, there is a limited understanding of how elementary school children develop and negotiate social skills in these hybrid environments. Grounded in post-positivist philosophy, this qualitative case study investigates how children navigate digitally mediated peer interactions in two elementary schools in Palembang, Indonesia. The study involved 42 students, 12 teachers, and 15 parents. Collected data through semi-structured interviews, participant observations, and digital artifact analysis, and examined using thematic analysis. The findings reveal the emergence of digital empathy as a hybrid competence integrating emotional responses across online and offline settings. Digitally active students exhibited stronger collaborative problem-solving but tended to marginalize less active peers, while teachers' guidance in digital social interactions remained inconsistent. The study recommends integrating digital citizenship with social-emotional learning and strengthening teacher professional development. Future research should adopt longitudinal and cross-socioeconomic approaches to examine the evolution of digital social competencies and their impact on learning practices.