Internalisasi nilai syukur merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter religius peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Meskipun praktik ibadah telah menjadi bagian dari kegiatan rutin di madrasah, pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya belum selalu terinternalisasi secara optimal dalam perilaku peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran shalat Dhuha, menganalisis proses internalisasi nilai syukur yang berlangsung di dalamnya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut di MDTA Muhammadiyah 37 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran shalat Dhuha dilaksanakan secara rutin setiap pagi dan berfungsi sebagai media yang efektif dalam menanamkan nilai syukur kepada peserta didik. Proses internalisasi nilai berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai, yang memungkinkan peserta didik memahami, menerima, dan mengamalkan nilai syukur dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung proses internalisasi meliputi visi dan misi madrasah yang berbasis nilai-nilai keagamaan, kolaborasi antarpendidik, serta penerapan sistem pembinaan dan penghargaan. Sementara itu, faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran sebagian peserta didik dan belum optimalnya sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga dalam memperkuat pembiasaan nilai syukur. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis ibadah memiliki peran strategis dalam penguatan pendidikan karakter religius serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pendidikan Islam nonformal yang berorientasi pada internalisasi nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan.