Syafriani Syafriani
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Empowering Schools to Maintain the Health of School Environments in Indonesia and Malaysia : colaborating community services Sri Widiyati; Ari Setiawan; Suparmin Suparmin; Nurizah Binti Mohamed Darwis; Laxmi Laxmi; Zul Azmi; Puji Hastuti; Eka Setiawati; Siti Nurhayati; Syafriani Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/av1szy79

Abstract

The prevalence of anemia among adolescent girls in Southeast Asia is categorized as a serious situation with a figure of more than 40 percent. Adolescents, especially girls, are a group that is very vulnerable to anemia, caused by menstruation which causes significant iron loss. Adolescent girls who are healthy and free from anemia will grow into healthy mothers and give birth to healthy children, so this initiative supports the first 1000 days of life program. Adolescent girls are ten times more likely to suffer from anemia than adolescent boys, because they menstruate every month and are in a growth phase that requires more iron intake. Education on handling anemia among adolescent girls aims to provide understanding and knowledge about anemia and the consequences faced. The target of this activity is adolescent girls at SMA Negeri 5 Padang City. Education is carried out through direct counseling and class discussions. It is hoped that participants can better understand and realize the importance of preventing anemia among adolescent girls.
Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita Muhammad Fayzal; Yenny Safitri; Syafriani Syafriani
World Health Digital Journal Vol. 1 No. 4 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wolgitj.v1i4.38

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan utama pada balita di Indonesia. Pengetahuan ibu diyakini menjadi salah satu faktor kunci yang memengaruhi kejadian penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kampa. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 92 ibu yang memiliki balita, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (53,3%) memiliki pengetahuan kurang tentang ISPA dan sebagian besar balita (58,7%) mengalami ISPA. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian ISPA (p=0,004). Ibu dengan pengetahuan kurang memiliki risiko 3,8 kali lebih tinggi anaknya menderita ISPA. Kesimpulannya, pengetahuan ibu adalah faktor penting yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, sehingga intervensi untuk meningkatkan pengetahuan ibu sangat direkomendasikan untuk menekan angka kejadian ISPA.