Awaluddin Yunus
Program Studi Manajemen Agribisnis, Universitas Islam Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Informasi, Komunikasi Dan Pembayaran (TIKP) Pada Pemasaran Semangka (Citrullus lanatus) Di Kabupaten Bulukumba Ernawati Binti Mustamar; Awaluddin Yunus; Amal Said; Helda Ibrahim
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6911

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Pembayaran (TIKP) pada pemasaran semangka oleh petani di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui survei kepada 60 petani responden menggunakan kuesioner serta wawancara mendalam dengan 5 orang pedagang dan 1 orang penyuluh. Analisis dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan dukungan skala Likert untuk menggambarkan tingkat pemanfaatan TIKP pada pemasaran semangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Pembayaran (TIKP) yang dominan digunakan oleh petani adalah youtube pada aspek teknologi informasi, whatsapp pada teknologi komunikasi, serta m-banking pada teknologi pembayaran digital. Tingkat pemanfaatan TIKP dalam pemasaran semangka berada pada kategori cukup tinggi dengan nilai rata-rata 70,37%, terutama dalam hal promosi, pencarian informasi harga, dan komunikasi dengan pembeli. Pemanfaatan teknologi pembayaran digital masih berada pada kategori sedang karena keterbatasan literasi digital dan kebiasaan transaksi tunai. Sedangkan hasil kontribusi dari pemanfaatan TIKP dalam pemasaran semangka berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 67,33% yang menunjukkan bahwa teknologi telah membantu mempercepat proses pemasaran, memperluas jangkauan pasar, serta memperlancar komunikasi dan transaksi. Namun, pengaruhnya terhadap peningkatan volume penjualan dan perolehan harga jual yang lebih tinggi masih belum optimal. Kesimpulan dari temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi pemasaran berkontribusi positif terhadap efektivitas pemasaran semangka, namun tetap membutuhkan dukungan peningkatan kapasitas digital petani dan infrastruktur pedesaan.