Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pembentukan opini politik pemuda melalui media sosial tiktok di Desa Pangaparang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada peneliti tentang bagaimana pemuda menyikapi konten politik yang ada media social Tiktok. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling untuk menentukan informan. Selanjutnya, Sumber data diperoleh dari data primer yaitu data hasil wawancara dari 15 informan, sedangkan data sekunder adalah data pendukung yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penatikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan. informan hanya sekedar mengetahui politik di dalam lingkungan yang sangat sempit di karenakan media tiktok terkadang kurang jelas dalam memberikan tontonan. Serta usaha pemuda untuk mengetahui tentang tayangan politik di media tiktok kurang di akibatkan lebih banyak yang menarik di banding persoalan politik. Melalui dasar inilah di dalam melakukan berbagai strategi pada komunikasi politik yang ada di Tiktok dibutuhkan beberapa cara yang intensif dan juga dapat menunjang proses ditengah survei dengan semua bentuk pemberitaan di dalam menghadapi hal yang disebarluaskan melalui Tiktok.