Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA MAMASA DAN MANDAR MELALUI AKULTURASI DALAM PROSES PERNIKAHAN DI KECAMATAN TANDUKKALUA KABUPATEN MAMASA Satria Tia; Muhammad Syaeba; Masyhadiah Masyhadiah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengeksplor fenomena-fenomena yang tidak dapat dikualitatifkan yang bersifat deskriptif. Jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research).Komunikasi antara budaya Mamasa dan Mandar melalui Akulturasi dalam proses pernikahan berjalan dengan baik ketika melalui interaksi yang baik pula, dimana pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa pernikahan beda etnik mamasa dan etnik mandar yang mereka lakukan telah mengantar mereka dalam proses sosial (akulturasi budaya). Faktor pendukung komunikasi antara budaya mamasa dan mandar melalui akulturasi dalam proses pernikahan, yakni faktor komunikasi, lingkungan, dan pembawaan individu.
PEMBENTUKAN OPINI POLITIK PEMUDA MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI DESA PANGAPARANG Hamdan Hamdan; Masyhadiah Masyhadiah; Ilham Ilham
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 7, No 1 (2025): Peqguruang, Volume 7 Nomor 1 Mei 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v7i1.5479

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pembentukan opini politik pemuda melalui media sosial tiktok di Desa Pangaparang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada peneliti tentang bagaimana pemuda menyikapi konten politik yang ada media social Tiktok. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling untuk menentukan informan. Selanjutnya, Sumber data diperoleh dari data primer yaitu data hasil wawancara dari 15 informan, sedangkan data sekunder adalah data pendukung yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penatikan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan. informan hanya sekedar mengetahui politik di dalam lingkungan yang sangat sempit di karenakan media tiktok terkadang kurang jelas dalam memberikan tontonan. Serta usaha pemuda untuk mengetahui tentang tayangan politik di media tiktok kurang di akibatkan lebih banyak yang menarik di banding persoalan politik. Melalui dasar inilah di dalam melakukan berbagai strategi pada komunikasi politik yang ada di Tiktok dibutuhkan beberapa cara yang intensif dan juga dapat menunjang proses ditengah survei dengan semua bentuk pemberitaan di dalam menghadapi hal yang disebarluaskan melalui Tiktok.