Jamur tiram merupakan jamur yang dapat dimakan yang bentuknya menyerupai cangkang tiram, bagian tengahnya agak cekung, dan berwarna putih hingga krem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor internal dan eksternal strategi pengembangan jamur tiram di Desa Kuajang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dengan menggunakan matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary) untuk mengidentifikasi faktor lingkungan eksternal dan Identifikasi faktor lingkungan internal. Menganalisis strategi pengembangan usaha Jamur Tiram khususnya faktor internal terdapat koefisien kekuatan dengan nilai total sebesar 1,84 lebih besar dibandingkan dengan koefisien kelemahan dengan nilai total sebesar 1,35. Hal ini menunjukkan bahwa kelemahan tersebut terus-menerus menghambat pertumbuhan jamur tiram. Sebaliknya, koefisien peluang keseluruhan untuk faktor eksternal adalah 1,67, lebih tinggi dari nilai keseluruhan faktor ancaman, yaitu 1,43. Hal ini menunjukkan bahwa PT. Timur Mushroom Farm menawarkan potensi yang cukup besar. Hasil analisis strategi pengembangan jamur tiram pada kegiatan ini berada pada kuadran I (positif), menunjukkan bahwa strategi ini berfokus pada aspek pengembangan usaha PT. Timur Mushroom Farm dengan strategi SO (Strength-Opportunity), memanfaatkan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang. Perusahaan perlu membangun model kerjasama yang baik dan mengerahkan karyawan yang memiliki keterampilan teknis untuk tidak hanya meningkatkan stabilitas hasil panen sehari-hari, tetapi juga mempromosikan produknya sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnisnya.