Meintansari Manik
Program Studi Gizi, Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Layanan Kesehatan Terpadu, Dukungan Sosial, dan Asesmen Gizi Balita Pasca Banjir Bandang di Tapanuli Tengah Meintansari Manik; Nyono Dedi Prabowo; Dea Anenta Veonika; Afifa Naura Harahap; Reny Rahmawati; Reny Yuliana Siahaan; Rokhiyatul Maila Putri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qkftmf56

Abstract

Banjir bandang di Tapanuli Tengah telah mengganggu sistem kesehatan setempat, memperparah risiko penyakit menular, stres psikososial, dan malnutrisi pada kelompok rentan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan model layanan terpadu "satu pintu" yang mengombinasikan perawatan medis kuratif, surveilans gizi, dan dukungan sosial guna memitigasi dampak multidimensi tersebut. Methode mengadopsi pendekatan manajemen bencana berbasis masyarakat, program ini dilaksanakan mulai 24 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 di Kecamatan Tukka, Badiri, dan Sorkam. Intervensi ini menyasar balita, ibu hamil, dan lansia melalui skrining kesehatan komprehensif, pengukuran antropometri, serta pendampingan psikososial. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi dan efektivitas dalam pelaksanaan layanan. Pemeriksaan medis mengungkapkan prevalensi penyakit berbasis air, khususnya dermatitis, dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), serta hipertensi akibat stres pada orang dewasa. Asesmen gizi mengidentifikasi kasus kritis gizi kurang akut (wasting) dan gagal tumbuh kronis (stunting) pada balita, yang segera ditangani melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan rujukan medis. Program ini berhasil memulihkan akses layanan kesehatan primer dan membangun basis data dasar yang vital terkait status gizi. Studi ini menyimpulkan bahwa model layanan kesehatan terpadu sangat efektif dalam menangani krisis kesehatan pascabencana, serta memberikan bukti empiris untuk memandu kebijakan pemerintah di masa depan dan strategi pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak bencana.
Asuhan Gizi pada Hipertensi Stadium II, Penyakit Jantung Hipertensi, Kolelitiasis, dan Perdarahan Uterus Abnormal Nyono Dedi Prabowo; Renita Maulidya Tarigan; Meintansari Manik; Reny Rahmawati; Nila Authoria; Ade Salma Yunia Rachmah
Media Gizi Ilmiah Indonesia Vol 4 No 2 (2026): AUGUST 2026
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/mgii.v4i2.180

Abstract

Penatalaksanaan multimorbiditas pada pasien geriatri menghadirkan tantangan klinis yang kompleks akibat adanya kebutuhan diet terapeutik yang saling bertentangan. Laporan kasus ini mengevaluasi efektivitas terapi gizi medis terintegrasi pada seorang perempuan berusia 70 tahun yang didiagnosis dengan hipertensi stadium II, hypertensive heart disease (HHD), kolelitiasis, dan perdarahan uterus abnormal (PUA). Intervensi gizi yang diberikan menyelaraskan diet jantung dan diet DASH dengan restriksi natrium ketat (~1.500 mg/hari) serta prinsip rendah lemak (20% dari energi total) guna memitigasi beban hemodinamik dan stasis bilier, sembari memastikan asupan protein bernilai biologis tinggi yang adekuat (1,3 g/kg). Luaran setelah intervensi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan dalam waktu 72 jam. Tekanan darah menurun secara drastis dari 160/90 mmHg menjadi 110/80 mmHg, dan kolik bilier mengalami resolusi total. Lebih lanjut, stabilitas hemodinamik tetap terjaga tanpa memperburuk risiko anemia meskipun terdapat perdarahan uterus aktif. Studi ini menyimpulkan bahwa strategi diet terpersonalisasi yang terintegrasi dengan terapi medis dan multitarget mampu memutus rantai patofisiologis multimorbiditas degeneratif secara efektif, sekaligus menegaskan peran penting gizi klinis sebagai pendekatan terapeutik noninvasif utama bagi pasien lansia berisiko tinggi.