Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Desa Sehat: Peningkatan Kesadaran Masyarakat Tentang Pencegahan Hipertensi dan Stroke Melalui Edukasi & Skrining Sri Resky Mustafa; Nasir Muna; Nurfatima Nurfatima; Hikmawati Hikmawati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/69hs6823

Abstract

Hipertensi dan stroke merupakan penyakit tidak menular yang banyak terjadi pada kelompok lansia dan sering tidak terdeteksi secara dini, terutama di wilayah pedesaan. Rendahnya pengetahuan masyarakat serta keterbatasan akses layanan kesehatan menjadi faktor utama tingginya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lansia tentang pencegahan hipertensi dan stroke melalui edukasi kesehatan dan skrining. Metode yang digunakan adalah pendekatan Interprofessional Education–Collaborative Practice (IPE-CP) dengan kegiatan penyuluhan serta pemeriksaan tekanan darah, indeks massa tubuh, gula darah sewaktu, asam urat, dan kolesterol pada lansia di Desa Sampuabalo, Kecamatan Siontapina, Kabupaten Buton. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar lansia memiliki faktor risiko penyakit tidak menular, serta terjadi peningkatan pengetahuan setelah edukasi kesehatan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi dan skrining berbasis komunitas efektif meningkatkan literasi kesehatan dan deteksi dini hipertensi serta stroke. Program ini penting sebagai upaya preventif berkelanjutan dalam menurunkan risiko penyakit tidak menular di tingkat desa.
Hubungan Kadar Kolesterol Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Masyarakat Pesisir Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Nurfatima Nurfatima; Fitri Wijayati; Nasir Muna
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 5 No 1 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (November)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v5i1.1491

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat terjadi pada berbagai kelompok usia, baik pada usia muda dan usia lanjut. Seseorang dikategorikan mengalami hipertensi apabila Tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih tinggi, dan/ atau tekanan darah diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Hipertensi dikenal sebagai pembunuh diam-diam yang kerap berkembang tanpa menimbulkan gejala sehingga tidak disadari pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah pada penderita hipertensi di masyarakat pesisir Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan selama satu bulan. Populasi pada penelitian ini seluruh penderita hipertensi dengan jumlah Sampel penelitian 42 responden menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden (52,4%) memiliki kadar kolesterol tinggi dan 20 responden (47,6%) memiliki kadar kolesterol normal. Berdasarkan tekanan darah sistolik, terdapat 25 responden (59,5%) tekanan darah sistolik tinggi, 17 responden (40,5%) dengan tekanan darah sistolik normal. Berdasarkan tekanan darah diastolik, sebanyak 29 responden (69,0%) memiliki tekanan darah diastolik tinggi dan 13 responden (31,0%) memiliki tekanan darah diastolik normal. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol dan tekanan darah sistolik dengan nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi (r) = 0,475. Uji korelasi pearson juga menunjukkan terdapat hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah diastolik dengan nilai p = 0,017 dan koefisien korelasi (r) = 0,366. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kadar kolesterol dan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada penderita hipertensi di masyarakat pesisir Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta pemantauan kadar kolesterol secara rutin.
Peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik melalui kombinasi latihan range of motion dan latihan genggaman bola karet: Studi kasus asuhan keperawatan Sitti Muhsinah; Nasir Muna; Ravly Alfananda
Kisi Berkelanjutan: Sains Medis dan Kesehatan Vol 1 No 3 (2024): Juli-September
Publisher : PT Karya Inovasi Berkelanjutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Stroke hemoragik adalah stroke yang terjadi akibat adanya emboli dan trombosis sereberal, pada stroke non hemoragik tidak terjadi perdarahan namun terjadi iskemia sehingga dapat menimbulkan hipoksia yang dapat memicu edema sekunder namun pasien tidak mengalami penurunan kesadaran. Salah satu gangguan neurologis yang dapat terjadi pada pasien stroke non hemoragik ialah kelemahan otot. Pasien yeng terkena penyakit stroke non hemoragik biasanya dilakukan terapi yang dapat meningkatkan kekuatan otot yaitu pemberian kombinasi latihan range of motion (ROM) dan genggaman bola karet. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi kombinasi latihan range of motion (ROM) dan genggaman bola karet terhadap kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik. Metode Studi kasus deskriptif pada 1 orang subjek pasien dewasa stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan utama gangguan mobilitas fisik dan akan diberikan terapi kombinasi latihan range of motion (ROM) dan genggaman bola karet. Pengkajian, perencanaan, dan intervensi keperawatan dilakukan berdasarkan standar asuhan keperawatan. Hasil Terapi kombinasi latihan range of motion (ROM) dan genggaman bola karet yang telah diberikan menunjukkan kekuatan otot mengalami peningkatan dengan nilai kekuatan otot esktremitas kanan atas yaitu dari 2 menjadi 5, ektremitas kanan bawah dari 2 menjadi 5 dan kekuatan genggaman dari 9,5 (Week) menjadi 21,2 (Normal). Kesimpulan dan Saran Penerapan kombinasi latihan range of motion (ROM) dan latihan genggaman bola karet terhadap kekuatan otot klien dengan diagnosa medis stroke non hemoragik meningkatkan kekuatan otot ekstremitas kanan atas dan bawah dan kekuatan menggenggam. Tenaga kesehatan di rumah sakit atau di rumah dapat melakukan terapi kombinasi latihan range of motion (ROM) dan genggaman bola karet untuk membantu meningkatkan kekuatan otot dan menggenggam klien dengan stroke.