Siti Iqmaliyah
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI: Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Atasi Hipertensi di Desa Mandiangin Barat Siti Iqmaliyah; Fitriani Fitriani; Fadillatun Nazwa; Revina Damayanti
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c27tfx11

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Desa Mandiangin Barat menjadi salah satu wilayah dengan angka kasus hipertensi yang signifikan, sementara pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya pengendalian mandiri masih rendah. Program POTENSI (Pohon Obat Atasi Hipertensi) dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan TOGA. Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama dua hari, melibatkan 30 peserta, dan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang menilai empat indikator utama yaitu pemahaman bahaya hipertensi, keterampilan budidaya TOGA, keterampilan pengolahan TOGA, dan kebiasaan memeriksa tekanan darah, serta monitoring dan evaluasi melalui tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 93,3% peserta mengalami peningkatan pengetahuan (p<0,001), Hasill monitoring dan evaluasi menunjukkann peningkatan ada aspek engetahuan 100%, sikap 96,7%, dan perilaku 96,7%. Program POTENSI terbukti efektif dalam memperkuat pemahaman, membentuk sikap positif, dan mendorong perubahan perilaku. Integrasi kearifan lokal melalui TOGA meningkatkan penerimaan program dan mendukung keberlanjutan intervensi. Secara keseluruhan, program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam pencegahan hipertensi di tingkat komunitas. 
Hubungan Gerakan Tahiyat Akhir dengan Kesehatan Tubuh Manusia Ahla Syauqia; Shinta Dwi Lestari; Siti Iqmaliyah
Religion : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol. 2 No. 6 (2023): November: Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/religion.v2i6.816

Abstract

The Tahiyat Akhir movement is a movement performed in prayer after completing the second bow. This movement involves sitting with bent knees and hands placed on the thighs. The Tahiyat Akhir movement is related to health because it involves physical movements that can benefit the body. The Tahiyat Akhir movement involves sitting movements that can help strengthen the leg and thigh muscles. This movement can also help improve body flexibility and balance. In addition, the sitting movement in Tahiyat Akhir can also help improve body posture and reduce the risk of spinal problems. In addition to physical benefits, the Tahiyat Akhir movement also has psychological benefits. Performing this movement in prayer can help reduce stress and improve concentration. The calm sitting movement and focus on prayer can also provide a relaxing and calming effect on the mind. In the context of health, the Tahiyat Akhir movement can be part of a healthy lifestyle that involves physical and spiritual activities. Performing this movement regularly in prayer can help maintain physical and mental health.