Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berdampak pada meningkatnya risiko kesakitan ibu dan bayi. Prevalensi anemia pada ibu hamil di UPT Puskesmas Kota Baru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir masih tergolong tinggi dan belum mencapai target nasional, meskipun berbagai upaya telah dilakukan. Kegiatan residensi ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–30 Oktober 2025 di UPT Puskesmas Kota Baru. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi Kepala Puskesmas, penanggung jawab program KIA, bidan koordinator, penanggung jawab promosi kesehatan, kader posyandu, Ketua PKK, dan ibu hamil yang mengalami anemia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumen. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan problem solving cycle yang mencakup analisis situasi, penentuan prioritas masalah dengan metode USG, analisis akar masalah menggunakan fishbone analysis, serta penyusunan alternatif pemecahan masalah. Hasil residensi menunjukkan bahwa tingginya prevalensi anemia disebabkan oleh rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe, keterbatasan media edukasi, kurangnya dukungan keluarga, serta belum optimalnya koordinasi lintas program. Intervensi promosi kesehatan melalui pemberdayaan ibu hamil, bina suasana keluarga, dan kemitraan lintas sektor menunjukkan potensi dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku kesehatan ibu hamil. Disimpulkan bahwa penguatan strategi promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan diperlukan untuk menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Baru.