Kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama pada perempuan, terutama di negara berkembang, akibat rendahnya cakupan deteksi dini. Di Indonesia, capaian pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) masih berada di bawah target nasional, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Tembilahan Kota, Kabupaten Indragiri Hilir. Promosi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi perempuan terhadap layanan deteksi dini kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi kesehatan dalam upaya meningkatkan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara (IVA–SADANIS) di Puskesmas Tembilahan Kota Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap informan kunci, meliputi kepala puskesmas, penanggung jawab program, petugas promosi kesehatan, kader, serta wanita usia 30–50 tahun. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis dilakukan dengan analisis situasi, penentuan prioritas masalah, dan fishbone analysis. Hasil menunjukkan bahwa rendahnya cakupan pemeriksaan IVA–SADANIS dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan sasaran, hambatan sosial budaya, rasa takut dan stigma, belum optimalnya integrasi kegiatan promosi kesehatan, serta keterbatasan sumber daya. Kegiatan promosi kesehatan masih bersifat insidental dan belum terintegrasi secara berkelanjutan dalam pelayanan rutin puskesmas. Penguatan strategi promosi kesehatan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan, bina suasana, advokasi, dan kemitraan sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi IVA–SADANIS dan memperluas cakupan deteksi dini kanker.