Permana S., I Made Adhi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Low Cost Sensor Pada Rancang Bangun Alat Monitoring Kejernihan Udara Ruangan Tertutup Permana S., I Made Adhi; I Made Agus Mahardiananta; Servinus
Medika Teknika : Jurnal Teknik Elektromedik Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mt.v7i2.30140

Abstract

Banyak faktor dapat memicu pencemaran kualitas udara di dalam ruangan diantaranya sirkulasi udara yang tidak lancar dan aktivitas manusia yang kerap dianggap sepele namun sebenarnya dapat mencemari udara. Pemeriksaan kejernihan udara dilakukan menggunakan alat yang mampu mendeteksi partikel debu dan gas berbahaya. Alat pendeteksi udara membantu mengetahui tingkat kejernihan udara sehingga penghuni ruangan bisa segera mengambil langkah pencegahan jika terjadi pencemaran. Saat ini, penggunaan sensor-sensor kualitas udara yang dikombinasikan dengan mikrokontroler menjadi salah satu alternatif efektif dalam mendeteksi kejernihan udara, khususnya di dalam ruangan. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat pemantau kualitas udara dengan mengkombinasikan mikrokontroler NodeMCU V3 untuk memproses data, sensor MQ-135 sebagai media pembacaan kadar CO₂ sedangkan DHT 11 digunakan untuk pembacaan suhu dan kelembaban. Penelitian dilakukan pada 15 ruangan uji dengan membandingkan hasil ukur alat rancang bangun dan alat ukur konvensional yang ada dipasaran. Hasil pengukuran dengan alat rancang bangun akan dibandingkan dengan alat ukur konvensional dengan menggunakan pengujian statistik SPSS. Dari hasil pengujian pengukuran kadar CO₂ dengan alat rancang bangun dan alat air detector didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,149. Nilai ini lebih besar dari nilai acuan yaitu 0,05, hal ini berarti tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan air detector dan alat rancang bangun. Sedangkan untuk suhu dan kelembaban nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000. Nilai signifikansi lebih kecil dari nilai acuan, hal ini berarti ada perbedaan signifikan antara penggunaan thermohygrometer dan alat rancang bangun.