Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Islam Di Amerika Pada Era Kontemporer Indah Sari Dewi; Hasaruddin Hasaruddin; Muh. Ilham
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam di Amerika Serikat berkembang dalam konteks sosial yang plural, demokratis, dan sarat dinamika politik global, khususnya pada era kontemporer pasca peristiwa 11 September 2001. Kondisi ini menempatkan komunitas Muslim sebagai kelompok minoritas yang menghadapi tantangan berupa Islamofobia, diskriminasi struktural, serta representasi negatif di ruang publik, sekaligus membuka peluang partisipasi sosial dan kewargaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Islam di Amerika Serikat pada era kontemporer, mengidentifikasi tantangan utama yang dihadapi umat Islam, serta menelaah strategi adaptasi dan kontribusi sosial yang dibangun dalam masyarakat plural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku ilmiah, artikel jurnal, dan laporan penelitian yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan menekankan konteks historis, sosial, dan politik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam di Amerika berkembang melalui proses adaptasi kreatif yang ditandai dengan penguatan institusi keagamaan, meningkatnya partisipasi politik dan masyarakat sipil, serta keterlibatan aktif dalam dialog lintas agama dan isu keadilan sosial. Meskipun menghadapi tekanan eksternal dan tantangan internal, komunitas Muslim Amerika mampu meneguhkan identitas keislaman yang kontekstual dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam di Amerika tidak hanya bertahan sebagai identitas minoritas, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam membangun masyarakat multikultural yang adil dan demokratis.
The Relevance Between the Medina Charter and Pancasila as Products of Philosophy Muh. Japri; Anir Syam Azisyah; Muh. Ilham; Muh. Natsir Siola
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 3, No 6 (2026): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18132240

Abstract

Pancasila and the Medina Charter are two historical documents born from pluralistic societies as responses to the challenges of social integration. This study aims to analyze the philosophical values of the Medina Charter and Pancasila, as well as to identify their relevance and common ground as philosophical products. Using a qualitative research method with a philosophical approach (ontology, epistemology, and axiology), this study finds that both documents are not merely legal products but crystallizations of profound thought regarding the nature of statehood. Ontologically, both view society as a unified entity (ummah) that respects identity differences. Epistemologically, both originated from a synthesis of transcendental values (revelation/divinity) and sociological realities through a deliberative process. Axiologically, both uphold the values of justice, religious freedom, the rule of law, and humanity. The study concludes that Pancasila has strong philosophical relevance to the Medina Charter, offering a "middle path" model that is neither a secular nor a theocratic state. This confirms the compatibility of Islam with Indonesian nationalism and the importance of moderation narratives in contemporary politics.