Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan di Indonesia Nadira Despa Maharani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan kegagalan implementasi Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIM Pendidikan) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 25 artikel jurnal nasional yang terindeks Portal Garuda. Tahapan SLR meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor keberhasilan implementasi SIM Pendidikan meliputi komitmen pimpinan, kompetensi pengguna, kualitas sistem, dukungan organisasi, serta kesiapan infrastruktur. Sebaliknya, faktor kegagalan didominasi oleh resistensi terhadap perubahan, kurangnya pelatihan, keterbatasan infrastruktur, kualitas data yang rendah, serta lemahnya integrasi sistem. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi SIM Pendidikan tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh faktor manusia dan organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SIM Pendidikan yang efektif memerlukan pendekatan terintegrasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan manajemen organisasi.
Menghidupkan Kembali Budaya Gotong Royong di Lingkungan Sekitar Nagari Tanjuang Bungo Najmi .; Fatma Riani; Hafiz Akbar; Nadira Despa Maharani; Nazwa Nur Anisa; Rachel Nandisya
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gotong royong, a traditional cultural value, has long been an integral part of Indonesian community life, including in Nagari Tanjung Bungo. However, its spirit has declined due to modern developments. Through the Community Service Program (KKN), students collaborated with local residents in carrying out mutual cooperation activities aimed at reviving the values of togetherness and social care. These activities included environmental cleaning, public facility repairs, and garden arrangement, involving active participation from various community groups and students. The results showed an increased collective awareness of the importance of cooperation in building a clean and harmonious environment. Furthermore, students gained valuable firsthand experience that enhanced their understanding of social values and community responsibilities. Despite some challenges, effective solutions ensured smooth implementation and fostered positive synergy. This study confirms that preserving gotong royong is key to strengthening solidarity and sustainable community development.