Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antara Karier dan Pernikahan: Mengapa Perempuan Berpendidikan Tinggi Menunda atau Menolak Menikah Amirah Lubis; Ayumi Amalia Sahputri; Davina Alyanti; Dewi Suci Ramadani; Habibah Ramadani Br Sebayang; Halimatussadiyah Dalimunthe; Haniyah Zahra Irwansyah; Mutia patmasari Batubara; Nurmayani Nurmayani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena penundaan pernikahan pada perempuan berpendidikan tinggi semakin sering terjadi dalam masyarakat modern. Peningkatan akses pendidikan, peluang karier, serta perubahan nilai sosial mendorong perempuan untuk memprioritaskan pengembangan diri dan stabilitas ekonomi sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena penundaan pernikahan pada perempuan karier dalam perspektif sosial serta pandangan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yaitu dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan literatur yang relevan mengenai perempuan karier, pendidikan, serta pernikahan dalam perspektif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa penundaan pernikahan pada perempuan karier dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain orientasi karier, tingkat pendidikan, kesiapan psikologis, serta perubahan konstruksi sosial mengenai peran perempuan dalam masyarakat. Dalam perspektif Islam, perempuan diperbolehkan untuk bekerja dan mengembangkan karier selama tetap menjaga prinsip-prinsip syariah dan tidak mengabaikan tanggung jawab moral maupun keluarga. Islam juga menekankan pentingnya kesiapan dalam pernikahan, baik secara emosional, finansial, maupun spiritual. Oleh karena itu, fenomena penundaan pernikahan tidak dapat dipandang secara negatif semata, melainkan perlu dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial masyarakat modern yang memerlukan keseimbangan antara pengembangan karier dan pembentukan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah
SIKAP BAHASA MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI TENGAH PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL, BAHASA GAUL, DAN MEDIA SOSIAL Mara Untung Ritonga; Halimatussadi'yah Dalimunthe; Mutia Patmasari Batubara; Regina Tesalonika Silaban
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15687

Abstract

Changes in students’ interaction and communication patterns in the digital era cannot be separated from the influence of social media, technological advancements, and the diversity of language varieties used in daily life. These factors have affected the use of the Indonesian language in both academic settings and casual conversations. This study aims to describe students’ attitudes toward the Indonesian language and the factors influencing them, with a particular focus on the role of the social environment, non-standard language use, and online platforms. Data were collected through an online questionnaire distributed via Google Forms and completed by 22 university students. The results indicate that the majority of respondents hold positive attitudes toward the Indonesian language in educational contexts: 86.4% strongly agreed that Indonesian should be used during presentations, and all participants agreed that standard Indonesian is mandatory for academic assignments. In contrast, 95.5% reported using informal language more frequently in daily conversations, while 68.2% often mixed Indonesian and English in their communication. The findings also reveal that social media is the most influential factor shaping students’ language habits. In conclusion, students demonstrate an understanding of the functions of the Indonesian language and are able to adjust their language varieties according to different communicative situations.