Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam proses pendidikan, sosialisasi, serta pembentukan karakter anak. Pola pengasuhan tidak hanya dipengaruhi oleh keputusan orang tua, tetapi juga oleh nilai, norma, dan keyakinan budaya yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran nilai-nilai budaya dalam membentuk pola pengasuhan anak, menganalisis pengaruh perbedaan budaya terhadap praktik pengasuhan, serta menjelaskan dampak penerapan nilai budaya dalam pola pengasuhan terhadap perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan menganalisis dan mensintesis berbagai artikel ilmiah yang membahas budaya, pola pengasuhan, dan perkembangan anak di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya memiliki peran penting dalam membentuk praktik pengasuhan pada berbagai kelompok masyarakat, seperti Jawa, Sasak, dan Tobelo. Meskipun terdapat perbedaan praktik pengasuhan pada setiap budaya, secara umum seluruhnya menekankan nilai penghormatan, tanggung jawab, kerukunan sosial, dan pembentukan moral. Selain itu, pola pengasuhan yang berlandaskan nilai budaya memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, kemampuan sosial, perkembangan emosional, serta identitas budaya anak. Dengan demikian, nilai-nilai budaya tetap menjadi landasan penting dalam mendukung pengasuhan anak yang efektif di tengah perkembangan zaman.