Pemerolehan bahasa pada anak merupakan proses bertahap yang dipengaruhi secara kuat oleh stimulasi lingkungan sosial dan pola pengasuhan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses pemerolehan bahasa pertama (B1) dan bahasa kedua (B2) pada anak usia sekolah dasar yang tumbuh dalam lingkungan keluarga bilingual multikultural (Minang dan Batak Toba). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia 7 tahun bernama Joy yang duduk di kelas 1 Sekolah Dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama orang tua, observasi partisipatif terbatas, dan dokumentasi rekaman suara harian, yang dianalisis menggunakan model mengalir serta divalidasi melalui teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Joy memperoleh bahasa Batak Toba sebagai bahasa pertama (B1) secara alami melalui interaksi intim di dalam rumah. Sementara itu, bahasa Minang, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris diperoleh sebagai bahasa kedua (B2) secara naturalistik dari lingkungan sosial, interaksi multikultural keluarga besar, serta paparan media digital edukatif. Dilihat dari klasifikasi struktur komunikasi, subjek berada dalam lingkungan Keluarga Dwibahasawan Tipe I.Perkembangan bahasa subjek terbukti selaras dengan teori Behaviorisme (B.F. Skinner), di mana penguasaan bahasa dan pembentukan kebiasaan berbahasa (*habit formation*) merupakan hasil nyata dari mekanisme stimulus verbal lingkungan, respons imitasi anak, serta penguatan positif (*reinforcement*) secara berulang