Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Daya Saing dan Kinerja Ekspor Komoditas Furniture (Meja) Indonesia Asia: Studi Kasus Tahun 2025 Renita Aditya Fauzi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing dan kinerja ekspor komoditas furniture Indonesia, khususnya produk meja, ke negara-negara Asia pada tahun 2025. Industri furniture merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia yang didukung oleh ketersediaan bahan baku melimpah serta tenaga kerja terampil. Tingginya permintaan dari negara seperti Jepang, China, Singapura, dan Korea Selatan mendorong peningkatan ekspor. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Kementerian Perdagangan dan HIMKI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor furniture meja Indonesia mencapai sekitar 45.000 unit dengan nilai sekitar USD 135 juta. Tingginya permintaan serta kualitas produk yang kompetitif menjadi faktor utama dalam mendukung daya saing Indonesia di pasar internasional.
Analisis Kesesuaian Teori Purchasing Power Parity terhadap Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat Periode 2010–2025 dengan Pendekatan ECM Lolita Apriliani; Dzika Ersanda; Dahira Bilqis Azahra; Renita Aditya Fauzi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama dekade terakhir, fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS telah menunjukkan kerentanan ekonomi Indonesia terhadap dinamika global dan domestik. Hal ini menuntut pertimbangan ulang terhadap teori Purchasing Power Parity (PPP), yang telah lama menjadi dasar untuk memahami keseimbangan nilai tukar jangka panjang. Menurut Rogoff (2023), PPP tetap menjadi pedoman utama, meskipun negara berkembang sering mengalami penyimpangan sementara akibat kekakuan harga dan guncangan eksternal. Sementara itu, Chen dan Engel (2024) menjelaskan bahwa volatilitas inflasi dan perubahan rezim kebijakan moneter dapat menghambat proses penyesuaian nilai tukar menuju keseimbangan PPP. Studi ini bertujuan untuk menilai kesesuaian teori PPP terhadap pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS selama periode 2010–2025, sekaligus mengidentifikasi hubungan jangka panjang dan jangka pendek melalui Error Correction Model (ECM). Model ECM dipilih berdasarkan kemampuannya untuk menggambarkan mekanisme penyesuaian nilai tukar ketika terjadi penyimpangan dari nilai fundamental. Seperti yang dinyatakan oleh Asteriou dan Hall (2023), ECM memungkinkan peneliti untuk memodelkan dinamika jangka pendek yang tidak dapat ditangkap oleh model linier statis. Metode penelitian meliputi pengumpulan data inflasi di Indonesia dan Amerika Serikat, serta nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, pengujian stasioneritas, analisis kointegrasi, dan estimasi ECM. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai validitas PPP di Indonesia, besarnya koreksi kesalahan jangka pendek, dan implikasinya terhadap kebijakan nilai tukar dan stabilitas harga. Penelitian ini juga berkontribusi untuk memperkaya literatur tentang PPP di negara berkembang, khususnya Indonesia, dan menawarkan saran untuk merancang kebijakan makroekonomi yang lebih adaptif terhadap volatilitas nilai tukar.