Perluasan area perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) yang masif seringkali mengabaikan aspek evaluasi lahan, sehingga berisiko menurunkan produktivitas dan memicu degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan tingkat kesesuaian lahan secara fisik untuk komoditas kelapa sawit di Nagari Lalan, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini menggunakan metode Matching (pencocokan) berdasarkan prinsip faktor pembatas terberat (Law of Minimum). Parameter spasial yang dievaluasi meliputi kemiringan lereng (bahaya erosi), curah hujan (ketersediaan air), suhu, serta tekstur dan drainase tanah (media perakaran). Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah kajian tidak memiliki lahan dengan kelas Sangat Sesuai (S1). Karakteristik biofisik Nagari Lalan didominasi oleh lahan kelas Sesuai Marginal (S3) seluas 3.919,46 Ha (59,87%) dengan faktor pembatas utama berupa kemiringan lereng yang agak curam (15-30%). Lahan kelas Cukup Sesuai (S2) mencakup area seluas 1.563,64 Ha (23,89%) yang terkonsentrasi di kawasan lembah bagian selatan nagari, sementara kelas Tidak Sesuai (N) memiliki luasan terkecil yaitu 1.063,30 Ha (16,24%) akibat lereng ekstrem (>40%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kelapa sawit di Nagari Lalan membutuhkan penerapan teknik konservasi tanah secara ketat pada area S3, pelestarian mutlak pada kawasan kelas N, serta pemusatan intensifikasi perkebunan pada lahan kelas S2