Perkembangan psikososial merupakan masalah yang paling sering ditemukan pada anak usia prasekolah, di mana anak berusaha mendapatkan perasaan inisiatif tanpa harus merasa bersalah. Data WHO menunjukkan prevalensi anak usia prasekolah yang mengalami gangguan perkembangan psikososial sekitar 5-25%. Di Indonesia, prevalensi ini mencapai 5-10% dengan keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sekitar 35%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah di Nagari Sukamenanti Pasaman Barat Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan. Sampel penelitian sebanyak 93 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling dengan rumus Slovin. Variabel independen adalah pola asuh orang tua yang diukur menggunakan kuesioner The Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Variabel dependen adalah perkembangan psikososial anak usia prasekolah yang diukur menggunakan lembar observasi dengan 10 item pertanyaan. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi-square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (77,2%) responden dengan pola asuh orang tua demokratis menunjukkan perkembangan psikososial yang baik, kurang dari sebagian (40%) responden dengan pola asuh orang tua permisif menunjukkan perkembangan psikososial yang baik, dan hanya sebagian kecil (19,2%) responden dengan pola asuh orang tua otoriter yang menunjukkan perkembangan psikososial baik. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan uji spearmen rank didapatkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah di Nagari Sukamenanti Pasaman Barat, dimana pola asuh yang baik seperti pola asuh demokratis berkontribusi positif terhadap perkembangan psikososial anak. Saran dari penelitian ini adalah bagi peniliti, bagi institusi pendidikan, bagi peneliti selanjutnya.