Yushar Diva Candra
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Digitalisasi Nagari Lubuk Pandakian: Mengangkat Pesona Tersembunyi Air Terjun di Sumpur Kudus, Sijunjung Ke Hadapan Dunia Nurul Fadillah Hutabarat; Ahmad Chaeroni; Meiva Firdazani; Indah Qairani; Sulaiman Ansori Rangkuti; Yushar Diva Candra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat, memiliki sebelas nagari, salah satunya adalah Nagari Sumpur Kudus. Nagari ini terbagi ke dalam sembilan jorong, yakni Jorong Pintu Rayo, Jorong Sipuah, Jorong Taragak Tangah, Jorong Tombang, Jorong Ujuang Luhak, Jorong Payo Sahadat, Jorong Koto, Jorong Batang Somi, dan Jorong Kampuang Rajo, dengan keseluruhan luas wilayah sekitar 8.800 hektare. Beberapa objek wisata yang dapat ditemukan di wilayah ini di antaranya adalah Makam Rajo Ibadat dan Tugu PDRI. Adapun kawasan barat dan timur nagari sebagian besar berupa perbukitan yang oleh masyarakat setempat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan tegalan. Konsep digitalisasi nagari atau nagari digital hadir sebagai upaya untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan berbasis elektronik, dengan pendekatan yang dimulai dari tingkat paling bawah kemudian berkembang ke atas (bottom-up). Selain itu, konsep ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nagari melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis digital (Metanfuan, 2021). Nagari Lubuk Pandakian yang berada di Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, sesungguhnya menyimpan kekayaan alam dan budaya yang sangat berharga, namun sayangnya masih jauh dari perhatian publik. Artikel ini disusun dengan tujuan memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki Nagari Lubuk Pandakian, terutama objek wisata air terjun yang keberadaannya belum diketahui secara luas oleh masyarakat. Padahal, keindahan alam air terjun di Lubuk Pandakian tidak kalah memukau dibandingkan destinasi wisata lainnya di Sumatera Barat. Kurangnya penyebaran informasi secara digital menjadi faktor utama yang membuat potensi ini belum tergali dengan baik. Data dan informasi dalam artikel ini diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan serta kegiatan dokumentasi di lokasi wisata. Dengan memanfaatkan digitalisasi nagari sebagai sarana promosi, diharapkan wisata air terjun ini mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, sekaligus menjadi penggerak perekonomian warga setempat secara jangka panjang.