I Made Suprianto
Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Karakter Religius dan Sikap Tanggung Jawab Siswa: Perspektif Pola Habituasi Guru Agama Hindu Di SD Negeri 19 Cakranegara I Made Suprianto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penguatan karakter religius dan sikap tanggung jawab siswa dari perspektif pola habituasi guru agama Hindu di SD Negeri 19 Cakranegara, sebuah sekolah dengan keberagaman agama yang tinggi karena siswa Hindu hanya berjumlah 29 persen dari total 466 siswa. Visi sekolah yang berkarakter, berprestasi, berbudaya, dan cinta lingkungan menempatkan kegiatan habituasi sebagai tanggung jawab masing-masing guru agama. Penelitian ini bertujuan menganalisis realitas karakter religius dan sikap tanggung jawab siswa, pola habituasi yang diterapkan, serta dampak penerapannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg, teori reinforcement, teori observational learning, teori learning by doing, teori pendidikan karakter Thomas Lickona, dan konsep Tri Kaya Parisudha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas karakter siswa berada pada tahap konvensional, yaitu siswa memiliki kesadaran internal untuk mematuhi aturan tanpa harus terus-menerus diperintah. Pola habituasi guru agama Hindu dalam penguatan karakter religius dan sikap tanggung jawab terangkum dalam tiga pola yang disingkat KTP, yaitu: 1) Keteladanan, guru menjadi contoh nyata sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk menjadi teladan bagi temannya; 2) Terjadwal, kegiatan pembiasaan rutin yang dilaksanakan secara konsisten pada hari dan jam tertentu; 3) Pemantapan, kegiatan nyata di luar sekolah yang melibatkan siswa secara langsung. Dampak dari pola habituasi tersebut adalah siswa melaksanakan kewajiban religius dan tanggung jawab di sekolah dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Temuan ini memperkuat relevansi konsep Tri Kaya Parisudha sebagai landasan filosofis penguatan karakter berbasis habituasi di lingkungan pendidikan dasar yang majemuk.