Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola literasi masyarakat, khususnya mahasiswa, dari literasi konvensional menuju literasi digital. Media sosial tidak lagi hanya dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan promosi institusi, tetapi juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang mampu membangun budaya literasi menulis digital mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan media sosial kampus dalam membangun budaya literasi menulis digital mahasiswa, menjelaskan proses pengembangan kemampuan menulis digital melalui pengelolaan media sosial kampus, serta menganalisis dampaknya terhadap budaya literasi menulis digital mahasiswa di Universitas Bahaudin Mudhary Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tim humas, pengelola media sosial kampus, dosen, dan mahasiswa. Analisis data dilakukan menggunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan media sosial kampus mampu menjadi media pembelajaran sekaligus media publikasi yang mendorong mahasiswa aktif menghasilkan berbagai bentuk tulisan digital, seperti berita kegiatan, artikel singkat, dan caption edukatif. Keterlibatan mahasiswa dalam proses penyusunan, penyuntingan, hingga publikasi konten memberikan pengalaman belajar yang meningkatkan kemampuan menulis, berpikir kritis, mengolah informasi, serta memahami etika komunikasi digital. Selain itu, media sosial kampus membentuk budaya produktif yang mendorong mahasiswa bertransformasi dari konsumen informasi menjadi produsen konten akademik yang kreatif, informatif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, pengelolaan media sosial kampus menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat budaya literasi menulis digital mahasiswa di perguruan tinggi.