Iskandar Arfan
Universitas Muhammadiyah Pontianak, Pontianak, West Kalimantan, 78123, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Risk Factors for Anemia in Pregnant Women in Rural Areas: Faktor Risiko Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Pedesaan Mellinda; Iskandar Arfan; M. Taufik
Indonesian Journal of Administration and Health Research Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Administration and Health Research
Publisher : Muhammadiyah Institute of Technology and Health, West Kalimantan (ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/ijahr.v1i2.33

Abstract

Anemia in pregnant women has a negative impact on both mother and fetus. The purpose of this study was to determine the risk factors for the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the balai sepuak health center. This study used an analytic observational design with a case control approach. The population in this study amounted to 289 people. The sample in this study amounted to 62 people who were divided into two groups, namely the case group 31 people and the control group 31 people. Data analysis used chi-square test with 95% confidence level. The results showed that there was a significant relationship between knowledge (p value=0.000), fe tablet consumption (p value=0.010), husband support (p value=0.000), and ANC visits (p value=0.002), with the incidence of anemia in pregnant women. Unrelated variables were maternal age, parity, gestational age, and distance traveled. It is recommended to the health workers of Balai Sepuak Health Center to conduct socialization activities in the community, especially to pregnant women about the incidence of anemia in pregnant women and the impact of anemia on pregnancy, so that it is expected to overcome the incidence of anemia in pregnant women in the puskesmas working area.Anemia pada ibu hamil berdampak buruk bagi ibu maupun janin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas balai sepuak. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 289 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kasus 31 orang dan kelompok kontrol 31 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value=0,000), konsumsi tablet fe (p value=0,010), dukungan suami (p value=0,000), dan kunjungan ANC (p value=0,002), dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Variabel yang tidak berhubungan yaitu umur ibu, paritas, jarak kehamilan, dan jarak tempuh. Disarankan kepada petugas kesehatan Puskesmas Balai Sepuak untuk melakukan kegiatan sosialisasi dimasyarakat khususnya kepada ibu hamil tentang kejadian anemia pada ibu hamil serta dampak dari anemia pada kehamilan, sehingga diharapkan dapat mengatasi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas.
Factors Affecting Adherence to Antiretroviral (ARV) Medication in HIV Positive Patients : Faktor Kepatuhan Minum Obat ARV (Antiretroviral) Pada Penderita HIV Positif Christy Desmery; Iskandar Arfan; Ismael Saleh
Indonesian Journal of Administration and Health Research Vol. 1 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Administration and Health Research
Publisher : Muhammadiyah Institute of Technology and Health, West Kalimantan (ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/ijahr.v1i2.115

Abstract

The adherence of HIV AIDS patients in ARV therapy is one of the important factors in the success of HIV AIDS treatment, because continuous and uninterrupted ARV will be able to suppress the progression of the virus, reduce viral resistance, improve the patient's quality of life and improve their general health. The purpose of this study is to analyze factors related to compliance with taking ARV drugs in HIV-positive patients at the Klinik Klinik Melati Hospital dr. Soedarso Pontianak. The sample is 62 respondents who have met the inclusion criteria. Research design: this study uses quantitative research, with a cross sectional design. The results of the study show that there is no relationship between education levels. employment, motivation, family support, drug side effects, health worker support with compliance with taking ARV drugs, while patient knowledge is related to compliance with taking ARV drugs. Suggestions for institutions to provide more education to increase the knowledge of HIV patients to know the importance of adherence to taking ARV drugs for the survival of ODHA. Keywords: Compliance with ARV Medication, HIV Kepatuhan pasien HIV AIDS dalam terapi ARV merupakan salah faktor yang penting dalam keberhasilan pengobatan HIV AIDS, karena ARV yang berkelanjutan tanpa terputus akan mampu menekan perkembangan virus, mengurangi resistensi virus, memperbaiki kualitas hidup pasien dan memperbaiki kesehatannya secara umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat ARV pada penderita HIV positif di Poli Kilinik Melati RSUD dr. Soedarso Pontianak. Sampel sebanyak 62 Responden yang sudah memenuhu kriteria inklusi. Desain penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan desain cross sectional. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan. perkerjaan, motivasi, dukungan keluarga, efek samping obat, dukungan petugas kesehatan dengan kepatuhan minum obat ARV, sedangkan pengetahuan pasien mempunyai hubungan dengan kepatuhan minum obat ARV. Saran untuk institusi agar memberikan edukasi yang lebih untuk meningkatkan pengetahuan pasien HIV agar mengetahui pentingnya kepatuhan minum obat ARV untuk kelangsungan hidup ODHA. Kata Kunci: Kepatuhan Minum Obat ARV, HIV  
Factors Associated with Type 2 Diabetes Mellitus Complications at Kitamura Clinic, Pontianak Fira Rizky; Iskandar Arfan; Dedi Alamsyah
Indonesian Journal of Administration and Health Research Vol. 2 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Administration and Health Research
Publisher : Muhammadiyah Institute of Technology and Health, West Kalimantan (ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/ijahr.v2i1.127

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) type 2 is a lifelong disease that can cause complications in various organs. This study aims to describe the risk factors of type 2 DM with complications at Klinik Kitamura Pontianak. The research uses a cross-sectional design with an analytical survey method. The population consists of 1,309 DM type 2 patients in December 2021, with a sample of 93 patients selected through accidental sampling. Chi-square test was used for data analysis. The results show that age (p = 0.002), body mass index (p = 0.000), physical activity (p = 0.001), smoking behavior (p = 0.009), family history (p = 0.000), family support (p = 0.002), and duration of DM (p = 0.015) have significant relationships with DM type 2 complications. However, gender (p = 0.076) and education (p = 0.284) were not significantly related. It is recommended that patients with DM type 2 and complications become more proactive in seeking information about complication prevention and treatment, as well as adopt healthier lifestyles such as regular exercise, reducing smoking, taking medication regularly, and maintaining a healthy diet. Family support is also crucial in helping patients recover.Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit seumur hidup yang dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai organ tubuh. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko DM tipe 2 yang mengalami komplikasi di Klinik Kitamura Pontianak. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan metode survei analitik. Populasi penelitian terdiri dari 1.309 pasien DM tipe 2 pada Desember 2021, dengan sampel 93 pasien yang dipilih secara accidental sampling. Uji chi square digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,002), indeks massa tubuh (p = 0,000), aktivitas fisik (p = 0,001), perilaku merokok (p = 0,009), riwayat keluarga (p = 0,000), dukungan keluarga (p = 0,002), dan lama menderita DM (p = 0,015) memiliki hubungan signifikan dengan komplikasi DM tipe 2. Sementara itu, jenis kelamin (p = 0,076) dan pendidikan (p = 0,284) tidak berhubungan signifikan. Disarankan agar pasien DM tipe 2 yang mengalami komplikasi lebih aktif mencari informasi tentang pencegahan dan pengobatan komplikasi, serta mengubah pola hidup dengan rutin berolahraga, mengurangi konsumsi rokok, minum obat teratur, dan menjaga pola makan. Dukungan keluarga juga penting untuk membantu pemulihan pasien.
Factors Associated with Random Blood Glucose Status among Type 2 Diabetes Patients: A Cross-Sectional Study at Alianyang Health Center, Pontianak Novia Suryaningsih; Marlenywati; Iskandar Arfan
Indonesian Journal of Administration and Health Research Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Administration and Health Research
Publisher : Muhammadiyah Institute of Technology and Health, West Kalimantan (ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/ijahr.v2i2.137

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and impaired insulin secretion. Prevention and management of type 2 diabetes require health education, dietary regulation, regular physical activity, and adherence to medication. This study aimed to identify factors associated with random blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus in Pontianak City. This quantitative study employed a cross-sectional design. The sample consisted of 93 patients with diabetes mellitus who visited Alianyang Health Center in Pontianak City. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between body mass index (p = 0.006), family history (p = 0.001), and exercise or physical activity (p = 0.003) with random blood glucose levels among patients at Alianyang Health Center. These findings indicate that both biological and lifestyle factors play an important role in blood glucose control. Patients are encouraged to maintain an ideal body mass index, engage in regular physical activity, and adopt healthy lifestyle behaviors. In addition, individuals with a family history of diabetes require early screening and continuous monitoring to prevent complications and improve glycemic control.Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Pencegahan dan pengelolaan diabetes melitus tipe 2 memerlukan edukasi kesehatan, pengaturan pola makan, aktivitas fisik yang teratur, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kota Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 pasien diabetes melitus yang berkunjung ke Puskesmas Alianyang Kota Pontianak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh (p = 0,006), riwayat keluarga (p = 0,001), dan aktivitas fisik atau olahraga (p = 0,003) dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien di Puskesmas Alianyang. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor biologis dan gaya hidup memiliki peran penting dalam pengendalian kadar glukosa darah. Pasien dianjurkan untuk menjaga indeks massa tubuh yang ideal, melakukan aktivitas fisik secara teratur, serta menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, individu dengan riwayat keluarga diabetes perlu melakukan skrining dini dan pemantauan berkala untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan pengendalian glikemik.