Betty Yosephin
Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan kualitas diet dengan status gizi remaja di SMP Negeri 14 Kota Bengkulu Ranti Vironica Lestari; Betty Yosephin; Okdi Natan
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i1.8

Abstract

Status gizi adalah keadaan yang ditunjukkan sebagai konsekuensi dari keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke tubuh dan yang diperlukan Status gizi merupakan suatu keadaan kesehatan tubuh karena asupan zat gizi yang berasal dari makanan dan minuman yang sesuai dengan kebutuhan. Kualitas diet dinilai menggunakan instrumen Diet Quality Index International (DQI-I), yang terdiri dari empat komponen yaitu (variasi, kecukupan, moderasi, dan keseimbangan keseluruhan). Skor DQI-I yang baik mencerminkan asupan makanan yang sehat. Desain penelitian ini adalah observasional dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23-24 Mei 2022 di SMPN 14 Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas VIII di SMPN 14 Kota Bengkulu yang berjumlah 223 orang dengan jumlah sampel 68 responden. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis Univariat dan analisis Bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas variasi diet yang rendah 11 (16.2%) dan kualitas variasi diet yang baik 57 (83.8%), kualitas kecukupan diet rendah 5 (7.4%) dan kualitas kecukupan diet baik 63 (92.6%), kualitas moderasi diet yang rendah 12 (17.6%) dan kualitas moderasi diet baik 56 (82.4%), serta kualitas keseimbangan keseluruhan diet yang rendah 12 (17.6%) dan kualitas keseimbangan keseluruhan diet baik 56 (82.4%). Hasil analisis uji chi-square dengan nilai p-value 0.043, menunjukkan bahwa ada hubungan antarara kualitas diet dengan status gizi pada siswa-siswi di SMPN 14 Kota Bengkulu tahun 2022.
Literatur review. Potensi kembang telang (Clitoria ternatea) sebagai sumber dan aktivitas antioksidan Auliya Cindy Risti; Betty Yosephin; Yenni Okfrianti
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i1.10

Abstract

Kembang telang memiliki banyak potensi farmakologis salah satunya sebagai sumber antioksidan alami. Antioksidan dapat menghambat reaksi oksidasi akibat radikal bebas, oleh karena itu saat ini kebutuhan antioksidan alami sangat diminati daripada antioksidan sintetik yang memiliki efek samping seperti penyakit alergi, asma, peradangan, sakit kepala, penurunan kesadaran, gangguan pada mata dan perut. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan potensi kembang telang sebagai sumber antioksidan alami dan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan literature review yaitu megumpulkan data atau sumber yang berhubungan pada sebuah topik tertentu yang bisa didapat dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, internet, dan pustaka lain. Rancangan penelitian ini yang digunakan adalah menganalisis hasil penelitian sebelumnya terkait dengan potensi kembang telang sebagai sumber antioksidan dan aktivitasnya. Kemudian melakukan comparasion (mencari kesamaan), contrast (mencari ketidaksamaan), criticize (memberikan pandangan), synthesize (membandingkan) dan summarize (meringkas). Penelitian menunjukkan jenis kandungan antioksidan yang terdapat pada kembang telang (Clitoria ternatea L.) memiliki senyawa yang berbeda-beda setiap penelitian. Jenis kandungan senyawa yang terdapat pada kembang telang adalah flavonoid, Antosianin, flavonol glikosida, kaempferol glikosida, quersetin glikosida, mirisetin glikosida, alkaloid, polifenol, saponin, tanin, fenolik, terpenoid, kuinon , dan steroid. Penilaian uji aktivitas juga dapat berbeda disetiap penelitian hal ini dipengaruhi oleh panjang gelombang maksimum yang digunakan, serta suhu penyimpanan ekstrak suatu tanaman pelarut yang baik yang digunakan pengukuran kadar antioksidan.