Tonny Cortis Maigoda
Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh pemberian kombinasi jus jambu biji merah dan kacang merah terhadap kadar hemoglobin remaja putri di SMP IT Istiqomah Kota Bengkulu Rizka Anggraini; Tonny Cortis Maigoda; Wiwik Wuryani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 1 (2024): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i1.9

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah di dalam tubuh berada dibawah batas normal. Penyebab anemia antara lain adalah kekurangan zat besi (Iron/Fe). Buah-buahan sangat banyak dijumpai disekitar kita, setiap jenis buah mempunyai kandungan vitamin yang berbeda-beda. Jambu biji merah merupakan buah yang memiliki tinggi kandungan vitamin C dan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan buah jeruk ataupun buah yang mengandung vitamin c lainnya. Setiap 100 gram buah jambu biji merah ini mengandung 87,0 mg vitamin C Selain itu terdapat kacang merah yang mengandung zat besi, asam folat, kalsium, dan karbohidrat serta protein, dan antioksidan yang tinggi. Setiap 100 gram kacang merah yang telah dimasak mengandung 500 mg zat besi. Jenis penelitian menggunakan true eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), dan empat rancangan percobaan. Pemberian kombinasi jus jambu biji merah dan kacang merah serta edukasi gizi dapat meningkatkan kadar hemoglobin darah lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan lainnya dengan nilai ρ value 0,010.
Literature review: Intervensi stunting di negara berkembang Sintia Monica; Tonny Cortis Maigoda; Arie Krisnasary
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.20

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari - 2 sd median standar pertumbuhan anak dari WHO. Stunting yang dialami pada masa kanak-kanak dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan menjadi tidak optimal dan terjadinya hambatan perkembangan dari awal kehidupan sehingga berakibat pencapaian pendidikan rendah dimasa mendatang. Penurunan stunting perlu ditemukan intervensi yang sesuai dan terbaik, dilakukan sedini mungkin untuk pencegahan atau menghindari terjadinya dampak jangka panjang yang merugikan dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi stunting di beberapa Negara Berkembang. Desain penelitian yang digunakan adalah Literature Review dengan menggunakan metode summarize atau meringkas, yang menggambarkan hasil intervensi stunting di negara berkembang. Lima belas artikel memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang dipublikasi/ diterbitkan terbanyak tahun 2020 (26.6%). Jenis intervensi yang dilakukan sebagian besar jenis edukasi (66.6%). Hasil utama artikel membahas intervensi edukasi dan Multi micronutrien Suplementation. Di Indonesia terdapat 4 artikel yang menunjukkan hasil signifikan berpengaruh dengan nilai p value <0.05, di Kamboja terdapat 3 artikel yang tidak berpengaruh, di India terdapat 2 artikel yang menunjukkan hasil signifikan dan di Ethiopia terdapat 3 artikel berpengaruh dengan nilai p value <0.05 berpengaruh dengan nilai p value <0.05. Memberikan pendidikan kesehatan/edukasi stimulasi kepada ibu secara bertahap serta memberikan suplementasi zat gizi mikro dapat menjadi langkah awal untuk penurunan stunting.
Hubungan asupan karbohidrat, serat dan aktifitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita dewasa dengan obesitas Muntiara Hasdipa; Tonny Cortis Maigoda
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.21

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas menunjukkan dari asal usul genetik, perilaku, sosial ekonomi dan lingkungan, obesitas meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronik yang serius seperti penyakit jantung, diabetes meilitus, depresi, kanker dan bahkan berujung pada kematian dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, serat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita obesitas Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Bengkulu sebagai upaya preventif bagi kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan penelitian ini yaitu cross-sectional yaitu semua variabel yang termasuk independen (asupan karbohidrat, serat, dan aktivitas fisik) dan variabel dependen (gula darah puasa) diambil sekaligus pada waktu bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan dewasa yang mempunyai kelebihan berat badan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Bengkulu sebanyak 36 orang. Penelitian dilakukan di wilayah Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan maret 2020. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan atas dasar pertimbangan peneliti yang menganggap bahwa unsur-unsur yang dikehendaki telah tersedia pada anggota sampel yang diambil. Hasil uji statistic Spearman Correlate diperoleh dari nilai < 0.05 (0.001) yang berarti ada hubungan antara asupan karbohidrat, (0.001) yang berarti ada hubungan antara asupan serat, (0.002) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah puasa pada wanita obesitas aparatur sipil negara di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu.