Kawasan Mangrove Wonorejo di Surabaya yang dialiri Sungai Jagir dan Sungai Rungkut berpotensi mengandung logam berat kadmium (Cd) dari aktivitas pemukiman, perkapalan, industri baterai dan cat, serta pertanian. Mangrove Avicennia marina memiliki potensi sebagai bioindikator sekaligus agen biodegradasi Cd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Cd pada air, sedimen, dan akar A. marina, mengevaluasi kemampuan akumulasi berdasarkan nilai Bio-Concentration Factor (BCF), serta menganalisis hubungan faktor lingkungan dengan konsentrasi Cd. Penelitian dilakukan pada April–Mei 2025 dengan metode deskriptif, sedangkan analisis Cd dilakukan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cd pada air berkisar 0,027–0,052 ppm, dengan nilai di stasiun 2 melebihi baku mutu PP No. 22 Tahun 2021. Konsentrasi Cd pada sedimen (0,224–0,403 ppm) masih di bawah baku mutu, sementara akar A. marina sebesar 0,268–0,412 ppm dengan nilai tertinggi pada stasiun 1. Nilai BCF akar terhadap sedimen adalah 0,779–1,194, dengan stasiun 1 dan 2 tergolong akumulator (BCF > 1), sedangkan stasiun 3 tergolong ekskluder (BCF < 1). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan suhu berkorelasi negatif dengan Cd pada sedimen dan akar, pH berkorelasi positif kuat dengan Cd pada air, sedangkan salinitas berkorelasi negatif dengan Cd pada sedimen dan akar. The Wonorejo Mangrove in Surabaya, located at the confluence of the Jagir and Rungkut Rivers, is exposed to pollutant loads, including cadmium (Cd) derived from domestic, shipping, battery, paint, and agricultural activities. Mangroves Avicennia marina is potencial to be bioindicators and biodegradation agent for Cd. This study aimed to determine Cd concentrations in water, sediment, and mangrove roots, to evaluate accumulation potential using the Bio-Concentration Factor (BCF), and to analyze correlations between environmental factors and Cd levels. Sampling was conducted during April–May 2025 using a descriptive method, with Cd concentrations measured by Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Results showed that Cd in water ranged from 0.027–0.052 ppm, exceeding the permissible limit at station 2 based on PP No. 22/2021. Sediment Cd concentrations (0.224–0.403 ppm) were below quality standards, while root Cd ranged from 0.268–0.412 ppm with the highest value at station 1. BCF values ranged from 0.779–1.194, categorizing stations 1 and 2 as accumulators (BCF > 1) and station 3 as an excluder (BCF < 1). Pearson correlation analysis indicated that temperature was negatively correlated with Cd in sediment and roots, while pH showed a strong positive correlation with Cd in water. Salinity demonstrated a negative correlation with Cd in sediment and roots, suggesting reduced accumulation under higher salinity conditions.