Bastian Bastian
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Personal Hygiene terhadap Kejadian Penyakit Kecacingan pada Anak Usia 2-11 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Banggae I Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Zulkifli Zulkifli; Bastian Bastian
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan ;Penyakit kecacingan adalah infestasi satu atau lebih cacing parasit usus yang terdiri dari golongan nematoda usus. Di antara nematoda usus ada sejumlah spesies yang penularannya melalui tanah atau biasa disebut dengan cacing jenis STH (Soil Transmitted Helminths) yaitu A. Lumbricoides, N. Americanus, T. Trichiura dan A. Duodenale. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene (Kebiasaan Cuci Tangan, Penggunaan Alas Kaki dan Kebiasaan Mandi) terhadap kejadian penyakit kecacingan pada anak usia 2-11 tahun di wilayah kerja Puskesmas Banggae I Kecamatan Banggae Kabupaten Majene tahun 2023. Penelitian ini Metode menggunakan metode penelitian kuantitatif, rancangan penelitian cross sectional dengan pendekatan retrospektif. Analisis data dilakukan dengan uji statistik melalui analisis data dilakukan dengan pengujian hipotesis menggunakan Program SPSS 20 (Statistic for The Sosial Science). Sampel pada penelitian ini sebanyak 84 orang yang di ambil dari populasi, pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik mengisi lembar kuesioner yang telah disediakan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan kebiasaan cuci tangan terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,40 lebih kecil dari nilai α=0,05 dengan Contingency coefficient = 0,248 yang mempunyai arti tingkat hubungan masuk dalam kategori lemah, dan juga terdapat hubungan penggunaan alas kaki terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,001 lebih kecil dari nilai α=0,005 dengan Contingency coefficient = 0,358 yang mempunyai arti tingkat hubungan masuk dalam kategori lemah dan tidak ada hubungan kebiasaan mandi terhadap kejadian penyakit kecacingan dimana nilai p=0,241 lebih besar dari α=0,05. Kesimpulan Diharapkan petugas kesehatan meningkatkan penyuluhan kesehatan dan tetap menjalankan program pembagian obat cacing, dan masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan serta kepada peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian terkait dengan variabel lain misalnya sanitasi lingkungan dll.
Hubungan Penggunaan Gadget dan Konsumsi Suplemen Vitamin A terhadap Gangguan Kesehatan Mata pada Peserta Didik SD No.58 Inpres Pangale Kabupaten Majene Irmasari Irmasari; Bastian Bastian
Jurnal Keperawatan Bina Bangsa Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan Bina Bangsa
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya. Suplemen vitamin A merupakan nutrisi paling penting untuk penglihatan, pertumbuhan dan system kekebalan tubuh. Mata adalah salah satu organ tubuh vital manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga dan mencegah hal-hal yang dapat merusak mata. Mata merupakan indra penglihatan pada manusia. Diera globalisasi ini, penggunaan gadget sebagai sarana komunikasi sungguh luar /biasa berkembang dengan pesat. Selain sebagai sarana komunikasi gadget dibekali dengan berbagai macam fitur yang sangat menarik terutama bagi anak. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis penggunaan gadget dan konsumsi suplemen vitamin A terhadap kesehatan mata peserta didik sekolah dasar. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survei analitik dengan rancangan uji chi square. Jumlah sampel 51 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, didapatkan responden sebanyak 51 responden. Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara penggunaan gadget terhadap gangguan kesehatan mata pada peserta didik di SDN No. 58 Inpres Pangale Kabupaten Majene berdasarkan nilai penggunaa gadget dan berisiko rendah 14 responden (27.5%) dan yang beresiko tinggi 30 responden (58.8%). Dari hasil uji chi square di peroleh p= 0.002 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan hubungan penggunaan gadget terhadap gangguan kesehatan mata. Kesimpulan Konsumsi suplemen vitamin A 21 responden (41,2%) dan yang tidak konsumsi 13 responden (15,7%). Dari hasil uji chi square di peroleh p=0,043 yang menujukan terdapat hubungan yang signifikan hubungan konsumsi vitamin A terhadap gangguan kesehatan mata.