Nurul chofifah
UIN SAIZU PURWOKERTO

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE TARTIL DALAM PROSES PEMBELAJARAN AL-QUR’AN PADA SANTRI Nurul chofifah
ISLAMISCHE BILDUNG: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam UNU Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/ib.v5i2.601

Abstract

Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber ajaran teologis, tetapi juga sebagai dasar pembentukan karakter dan peradaban. Membaca Al-Qur’an merupakan pekerjaan yang utama, yang mempunyai keistimewaan dan kelebihan dibandingkan deengan membaca bacaan lain. Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak membaca Al-Qur’an yang agung ini, beliau biasanya bisa membacanya saat berdiri, duduk, maupun berbaring dalam keadaan suci maupun berhadast, dalam perjalanan, di atas kendaraan dan dalam keadaan kondisi apapun. Dalam konteks pendidikan Islam, kemampuan membaca Al-Qur’an secara benar menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap muslim. Membaca Al-Qur’an tidak sekadar melafalkan huruf-huruf hijaiyah, tetapi menuntut ketepatan makhārij al-ḥurūf, penerapan kaidah tajwid, serta adab membaca yang sesuai dengan tuntunan syariat. Menurut ulama ahli Tajwid tartil adalah membaca dengan pelan dan tidak terburu-buru sehingga tetap memperhatikan tajwid dan mahrajnya serta berusaha menghayati maksud ayat yang sedang dibaca tersebut. Oleh karena itu, pembelajaran baca Al-Qur’an menjadi fondasi utama dalam pendidikan keagamaan, khususnya pada jenjang usia dini. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an pada anak-anak masih menghadapi berbagai tantangan. Perkembangan teknologi digital, perubahan pola asuh, serta rendahnya intensitas pendampingan keagamaan menyebabkan minat dan kualitas pembelajaran Al-Qur’an mengalami penurunan di beberapa lingkungan masyarakat. Dalam konteks tersebut, metode tartil menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Secara konseptual, tartil berarti membaca Al-Qur’an dengan perlahan, jelas, teratur, serta memperhatikan kaidah tajwid sebagaimana termaktub dalam Q.S. Al-Muzzammil ayat 4. Surat Al-Muzammil ayat 4 yang artinya : Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.