Muhammad Hamdan Yuwafik
Institut Agama Islam Sunan Kalijogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komunikasi Antar Budaya Dalam Masyarakat Multikultural Di Desa Surorowo Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Muhammad Hamdan Yuwafik; Nadyatul A’la; Angga Ramadhani
Journal of Communication Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali dinamika komunikasi antar budaya dalam masyarakat multikultural di Desa Surorowo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Desa ini dihuni oleh mayoritas masyarakat suku Tengger dan beragama Hindu, namun juga terdapat kelompok masyarakat suku Jawa dan Madura yang hidup berdampingan secara harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar budaya di Desa Surorowo berjalan dengan baik berkat adanya sikap toleransi, saling menghargai, dan pemahaman terhadap perbedaan suku, agama, dan tradisi. Kegiatan kebudayaan dan keagamaan menjadi wadah utama dalam membangun hubungan yang harmonis antar kelompok etnis dan agama yang berbeda. Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai keberagaman serta komunikasi yang terbuka mencegah terjadinya kesalahpahaman atau konflik. Masyarakat Surorowo menjadi contoh yang baik dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman, serta memperlihatkan semangat nasionalisme yang kuat di dalam kehidupan multikultural.
Strategi Komunikasi Multikultural dalam Menanamkan Nilai Toleransi Beragama pada Santri di Pesantren Sunan Kalijago Malang Muhammad Hamdan Yuwafik; Dinda Fitri Ayu Puji Lestari; Evan Gunawan
Journal of Communication Research Vol. 1 No. 1 (2025): April
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jcr.v1i1.172

Abstract

The cultural and religious diversity present in Indonesian society calls for the strengthening of interfaith tolerance, which is becoming increasingly important. In this context, religious educational institutions such as pesantrens play a strategic role in instilling tolerance values. This article discusses the role of Pesantren Sunan Kalijogo Malang in teaching religious tolerance values amidst a diverse society. The primary focus of this study is on how the pesantren implements Islamic teachings that emphasize the importance of respecting differences and living together in peace. This research aims to explore the pesantren's motivations in teaching tolerance, as well as the methods used to instill these values in students. Using a qualitative approach, data was collected through field observations, in-depth interviews, and documentation studies. The research findings show that the pesantren not only provides Islamic religious education but also creates space for students to understand and accept diversity in their social lives. The implementation of multicultural communication at this pesantren proves that religious educational institutions can play an important role in creating inclusive and tolerant students, while also maintaining harmony in a multicultural society. This study provides evidence that faith-based education can support the realization of a more peaceful and united society. Keberagaman budaya dan agama yang ada pada masyarakat Indonesia menuntut adanya toleransi antar umat beragama yang semakin penting untuk diperkuat. Dalam konteks ini, lembaga pendidikan agama seperti pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai toleransi. Artikel ini membahas peran Pesantren Sunan Kalijogo Malang dalam mengajarkan nilai-nilai toleransi beragama di tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman. Fokus utama kajian ini adalah pada strategi pesantren mengimplementasikan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai. Penelitian ini berusaha untuk menggali motivasi pesantren dalam mengajarkan toleransi, serta metode yang digunakan untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada santri. Menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam. Strategi ini dilakukan oleh pihak pesantren tidak hanya memberikan pendidikan agama Islam, tetapi juga menciptakan ruang bagi santri untuk memahami dan menerima keberagaman dalam kehidupan sosial mereka. Implementasi komunikasi multikultural di pesantren ini membuktikan bahwa lembaga pendidikan agama dapat berperan penting dalam menciptakan santri yang inklusif dan toleran, serta menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang multikultural. Penelitian ini memberikan bukti bahwa pendidikan berbasis agama dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih damai dan bersatu.