Muhaimin
Universitas Nurdin Hamzah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pariwisata dalam Pengembangan Objek Wisata Puncak Ranah oleh Kelompok Sadar Wisata Desy Mairita; Al Pajri; Muhaimin
Journal of Communication Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Communication Studies Program Faculty of Social and Political Sciences Universitas Nurdin Hamzah Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, sektor pariwisata merupakan salah satu dari tiga penyumbang devisa terbesar selain minyak dan gas. Potensi ini menjadikan pariwisata sebagai sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Oleh karena itu, upaya pengembangan pariwisata menjadi sangat penting, karena tidak hanya berperan dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal kepada dunia, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tujuan wisata. Pengembangan sektor ini, baik yang menyasar wisatawan nusantara maupun mancanegara, akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, seperti berkembangnya usaha mikro kecil menengah (UMKM), terbukanya lapangan kerja, serta meningkatnya infrastruktur penunjang. Meningkatnya arus wisatawan yang datang ke Indonesia otomatis akan mendongkrak pendapatan negara, terutama di daerah-daerah yang memiliki daya tarik wisata yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pariwisata yang tepat dalam pengembangan wisata alam Puncak Ranah yang terletak di Desa Koto Ranah, Kabupaten Rokan Hulu. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada para pemangku kepentingan pariwisata seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta dokumentasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga strategi utama dalam komunikasi pariwisata di wilayah tersebut. Pertama, strategi komunikasi digital melalui media sosial dan platform daring. Kedua, strategi komunikasi dengan stakeholder, yang melibatkan kerja sama antar pemangku kepentingan. Ketiga, strategi komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth) yang masih sangat efektif di masyarakat lokal.