Muhammad Ghifari
Institut Daarul Qur'an Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SISTEM SANAD DALAM TRADISI YAHUDI DAN ISLAM: Studi Perbandingan antara Sanad Mishnah dan Sanad Hadis Muhammad Ghifari
Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Vol. 11 No. 02 (2023): Desember
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/diyaafkar.v11i02.14052

Abstract

This article aims to examine the system of isnad in Jewish and Islamic traditions, specifically focusing on the isnad of Mishnah and the isnad of Hadith. The author employs a literature review approach with a comparative analysis to explore the similarities and differences between these two traditions in terms of the definition, significance, authority, and historical development of isnad. The author finds that the system of isnad in Mishnah and Hadith shares a common historical foundation, which is to preserve the authenticity and authority of religious teachings passed down orally from generation to generation. However, the isnad system in Hadith is more complex and methodological compared to the isnad system in Mishnah, as it involves various classifications, criticisms, and evaluations of the isnad and the content of the Hadith. The author also highlights that the isnad system in Mishnah and Hadith plays a significant role in shaping the identity, law, and teachings of Judaism and Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sistem sanad dalam tradisi Yahudi dan Islam, khususnya pada sanad Mishnah dan sanad Hadis. Penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis perbandingan untuk meneliti kesamaan dan perbedaan antara kedua tradisi tersebut dalam hal definisi, urgensi, otoritas, dan sejarah perkembangan sanad. Penulis menemukan bahwa sistem sanad dalam Mishnah dan Hadis memiliki akar sejarah yang sama, yaitu sebagai sarana untuk menjaga keaslian dan otoritas ajaran agama yang diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi. Namun, sistem sanad dalam Hadis lebih kompleks dan metodologis daripada sistem sanad dalam Mishnah, karena adanya berbagai macam klasifikasi, kritik, dan evaluasi terhadap sanad dan matan hadis. Penulis juga menunjukkan bahwa sistem sanad dalam Mishnah dan Hadis memiliki peran penting dalam pembentukan identitas, hukum, dan ajaran Yahudi dan Islam.
IMPLEMENTASI NILAI HADIS NIAT SEBAGAI PENGUATAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT DESA KAYU AGUNG Arvita Irvaning; Muhammad Ghifari
Khadimul Mujtama’: Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2025): Khadimul Mujtama': Journal of Community Service
Publisher : LPPM Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/khadimulmujtama.v1i1.402

Abstract

Niat memiliki posisi fundamental dalam ajaran Islam sebagai penentu sah atau tidaknya amal ibadah dan sebagai pembedaan antara perbuatan bernilai ibadah dan sekadar aktivitas duniawi. Namun, dalam praktik kehidupan sehari-hari, masyarakat sering kali melupakan pentingnya niat, sehingga banyak amal tidak disertai kesadaran spiritual. Artikel ini membahas upaya edukasi dan implementasi hadis tentang niat, khususnya hadis pertama dalam Arba’in Nawawi, kepada masyarakat Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Kegiatan dilakukan dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam kajian dan praktik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta studi literatur yang relevan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengamalan hadis tentang niat mampu meningkatkan kesadaran spiritual masyarakat, memotivasi mereka untuk lebih ikhlas dalam aktivitas sosial maupun ibadah, serta memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan desa. Artikel ini menegaskan bahwa internalisasi hadis tentang niat merupakan strategi penting dalam penguatan pendidikan Islam nonformal di tingkat masyarakat.