Program pemberdayaan sosial yang dilakukan di wilayah Sumedang, khususnya di wilayah Orang Terkena Dampak (OTD) bendungan Jatigede, Sumedang, merupakan program yang ditujukan untuk kelompok marginalitas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didalam analisis pemetaan sosial, wilayah Bendungan Jatigede termasuk dalam kategori pembangunan strategis nasional yang berdampak secara massif terhadap sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya. Hasil penelitian mengenai program CSR PT Bio Farma (Persero) yang dilakukan selama 3 tahun, sejak tahun 2021 sampai dengan tahun 2023, menunjukkan signifikansi perubahan kerentanan sosial, terutama untuk Kelompok Tani Desa Mekarasih, yang menjadi demplot percontohan pertanian yang terintegrasi dengan teknologi. Hasil pemetaan sosial yang dilakukan menunjukkan karakter Masyarakat sebagai petani dan peternak tradisional. Namun, seiring dengan perubahan ekonomi sirkular yang terjadi akibat adanya pembangunan bendungan Jatigede, OTD yang direlokasi mengalami kesulitan dalam bertahan hidup. Pola perubahan utilisasi sumberdaya menjadi kendala yang serius dikarenakan tidak adanya pendampingan dari Pemerintah untuk mengatasi isu – isu permasalahan tersebut. Seiring dengan latar belakang permasalahan tersebut, PT Bio Farma (Persero) melalui program Corporate Social Responsibility atau lebih spesifik kepada program pemberdayaan masyarakat, Community Development Programme, melakukan serangkaian upaya peningkatan kualitas hidup untuk kelompok marginalitas. Kelompok yang dipilih merupakan kelompok tani Girimekar yang biasa bertani secara tradisional dan aktif di wilayah Jatigede. Fokus program yang dilakukan yaitu peningkatan kapasitas tani dengan komoditas pisang beserta rumput odot di wilayah Demplot. Melalui metodologi Social Return On Investement (SROI), peningkatan kapasitas tani meningkat 80% atau setara dengan 8 kali nilai valuasi, hal ini dikarenakan adanya seleksi indukan, upaya perbaikan tanah melalui penggunaan pupuk biologis sehingga menurunkan harga ongkos produksi (HPP) dan pengolahan tanah lainnya dengan penanaman sistem tumpeng sari atau multiple cropping system. Metodologi sistem ini dinilai cocok dengan kondisi sosial-budaya masyarakat di wilayah Jatigede.