Krisis lingkungan yang ditandai oleh meluasnya masalah sampah dan pencemaran di berbagai wilayah Indonesia memerlukan pendekatan penalaran yang terstruktur, sistematis, dan berbasis nilai. Ilmu Mantiq sebagai cabang filsafat logika dalam tradisi keilmuan Islam menawarkan kerangka berpikir deduktif dan induktif yang relevan untuk diaplikasikan dalam konteks pengambilan keputusan lingkungan. Penelitian ini merupakan studi konseptual yang bertujuan mengkaji bagaimana prinsip-prinsip Mantiq dapat diintegrasikan ke dalam proses penalaran risiko lingkungan, khususnya pada isu pengelolaan sampah dan pencemaran. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis teks terhadap sumber-sumber primer Mantiq klasik dan literatur ilmu lingkungan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa struktur silogisme dalam Mantiq, yang mencakup al-qiyas, al-istiqra, dan al-tamtsil, memiliki korespondensi langsung dengan metode analisis risiko lingkungan seperti fault tree analysis, environmental impact assessment, dan precautionary principle. Mantiq menyediakan fondasi epistemologis untuk membangun argumen lingkungan yang valid, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Integrasi logika Mantiq dalam literasi lingkungan juga berpotensi memperkuat kesadaran ekologis berbasis nilai etika Islam, yang menempatkan alam sebagai amanah yang wajib dijaga. Artikel ini menyimpulkan bahwa Mantiq bukan sekadar alat penalaran abstrak, melainkan instrumen epistemologis yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan tantangan ekologis kontemporer, khususnya dalam tata kelola sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan. Kata Kunci: Ilmu Mantiq, Penalaran Risiko Lingkungan, Pengelolaan Sampah, Logika Islam Tata Kelola Lingkungan.